Breaking News:

Ampas Sawit Masuk 10 Besar Komoditas Pertanian Andalan Sumut, Nilai Ekonomis Capai Rp 62 Miliar

Ampas kelapa sawit ini akan dikirim ke beberapa negara seperti Taiwan, China, Vietnam, dan Arab Saudi.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Liston Damanik
TRIBUNKALTIM.CO/CHRISTOPER D
Ilustrasi ampas kelapa sawit. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ekspor pertanian dari Sumatera Utarameningkat pada September 2021 ini.

Berdasarkan data dari Balai Karantina Pertanian Belawan, komoditas pertanian unggulan yang dieksepor adalah minyak sawit yang mencapai 102 ton dengan nilai ekonomis sebesar Rp1,5 triliun.

Urutan kedua ada kopi biji dengan mengirimkan 5,7 ton dengan nilai ekonomis sebesar Rp354 miliar.

Jumlah ini meningkat dibanding bulan Juli lalu yang hanya mengirimkan 4,8 ton dengan nilai ekonomis sebesar Rp289 miliar.

Sementara itu, per September 2021, ampas sawit masuk untuk jajaran ekspor pertanian dengan pengiriman sebanyak 29 ton dengan nilai ekonomis sebesar Rp62 miliar.

"Ampas sawit sudah lama. Bukan komoditi baru, cuma yang bulan lalu belum termasuk sepuluh besar komoditi terbesar," ungkap Subkoordinator Insartek Karantina Tumbuhan Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Sari Narulita Hasibuan, Senin (11/10/2021).

Dikatakan Sari, ampas kelapa sawit ini akan dikirim ke beberapa negara seperti Taiwan, China, Vietnam, dan Arab Saudi.

"Ampas sawit ini dibuat sebagai bahan baku pembuat pupuk," ucapnya.

Tak hanya ampas sawit, ternyata beberapa komoditi lainnya juga ikut masuk dalam 10 besar ekspor pertanian, diantaranya kayu oak putih sepanjang 2070m2 dengan nilai ekonomis sebesar Rp52 miliar yang dikirim dan didominasi oleh negara Eropa.

Adapun negara tersebut, seperti Swiss, Kanada, Spanyol, Jerman, Australia, Denmark, Inggris, Bulgaria, dan Slovakia. (cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved