Breaking News:

Update Covid 19 di Medan

KABAR Gembira, Sudah 65 Ribu Pelajar Medan Divaksinasi, Ini Alasan 3 Persen Lainnya belum Divaksin

Dinas Pendidikan Kota Medan merilis data sebanyak 65 ribu pelajar SMP di Kota Medan sudah menerima vaksin Covid-19.

TRIBUN MEDAN/RECHTIN
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Topan Obaja Ginting, saat meninjau SMP Negeri 3 Medan, Senin (11/10/2021). Dinas Pendidikan Kota Medan merilis data sebanyak 65 ribu pelajar SMP di Kota Medan sudah menerima vaksin Covid-19. 

Capaian Vaksinasi Pelajar Sudah 65 Ribu, 3 Persen Tak Bisa Divaksin Karena Belum Capai 12 Tahun

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dinas Pendidikan Kota Medan merilis data sebanyak 65 ribu pelajar SMP di Kota Medan sudah menerima vaksin Covid-19.

Sementara itu, terdapat 3 persen dari total 105 ribu pelajar SMP yang belum bisa menerima vaksin Covid-19 karena belum mencapai usia 12 tahun.

"Hari ini total yang sudah divaksin ada 65.000 siswa. Dari total 105 ribu siswa SMP kita memang ada yang masih di bawah 12 tahun belum boleh vaksin. Ada sekitar 3 persen," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Topan Obaja Ginting, Senin (11/10/2021).

Topan mengatakan, total siswa yang belum bisa divaksin termasuk sedikit sehingga tidak mempengaruhi pembelajaran tatap muka yang sudah mulai dilaksanakan.

"Tapi itupun jumlahnya tidak banyak, jadi tetap mereka bisa tatap muka tapi terbatas. Satu kelas tetap 10 orang," katanya.

Dikatakan Topan, pihaknya sudah mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) untuk pelaksanaan belajar tatap muka.

"SOP yang kita keluarkan kemarin, sebelum belajar tatap muka dilaksanakan, jelas mulai dari berangkat sekolah sampai pulang ke rumah kita atur, bagaimana peserta didik harus bertindak dan bersikap, selama masa pandemi, orangtua, siswa, guru, semua, termasuk tenaga pendidik, ada semua kita susun," katanya.

"Kembali ke komitmen bersama, kita bisa saling mengingatkan PTM bisa dilaksanakan tanpa harus mengorbankan murid, tenaga pendidik," tambahnya.

Dikatakan Topan, belajar tatap muka dilakukan selama tiga jam dengan metode daring dan luring.

"Untuk lama belajar sementara ini tiga jam tanpa jam istirahat, namun untuk bagaimana pembelajaran kembali belajar sekolah. Tetap menggunakan metode hybrid, pada saat bersamaan siswa mengajar ada online dari rumah," ujarnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved