Breaking News:

Nilai Ekonomis Capai Rp 62 Miliar, Ampas Sawit Diminati Negara Asia ·      

Per September 2021, Ampas Sawit masuk untuk jajaran ekspor pertanian dengan pengiriman sebanyak 29 ton dengan nilai ekonomis sebesar Rp 62 miliar.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Sejumlah pekerja memeriksa persiapan memuat minyak mentah kelapa sawit (Crude Palm Oil) ke dalam kapal di Pelabuhan Multi Purpose Kuala Tanjung, Batubara, Sumatera Utara, Jumat (2/8/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perkembangan ekspor pertanian di Sumut semakin meningkat pada bulan September 2021 ini. Berdasarkan data dari Balai Karantina Pertanian Belawan, terdapat 10 komoditi pertanian unggulan yang berperan dalam ekspor, diantaranya produk tertinggi yaitu Minyak Sawit yang mencapai 102 ton dengan nilai ekonomis sebesar Rp 1,5 triliun.

Posisi kedua ada Kopi Biji dengan mengirimkan 5,7 ton dengan nilai ekonomis sebesar Rp 354 miliar. Jumlah ini meningkat dibanding bulan Juli lalu yang hanya mengirimkan 4,8 ton dengan nilai ekonomis sebesar Rp 289 miliar.S

Sementara itu, per September 2021, Ampas Sawit masuk untuk jajaran ekspor pertanian dengan pengiriman sebanyak 29 ton dengan nilai ekonomis sebesar Rp 62 miliar.

"Kalau untuk Ampas Sawit sudah lama bukan komoditi baru, cuma yang bulan lalu belum termasuk 10 besar komoditi terbesar," ungkap SubKoordinator Insartek Karantina Tumbuhan Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Sari Narulita Hasibuan, Senin (11/10).

Dikatakan Sari, Ampas Sawit ini akan dikirim ke beberapa negara seperti Taiwan, China, Vietnam, dan Saudi Arabia. "Kalau untuk Ampas Sawit ini dibuat sebagai bahan baku pembuat pupuk," ucapnya.

Baca juga: Harga Sawit di Sumut Tembus Hampir Rp 3.000, Nilai Ekonomis Ekspor Ikut Melambung Tinggi

Selain untuk diekspor, ampas yang dikenal sebagai PKM (Palm Kernel Meal) atau pun PKC (Palm Kernel Cake) itu juga dimanfaatkan sebagai komponen pakan ternak pengganti jagung.

Dilihat dari komposisi nutrisi, Bungkil Inti Sawit (BIS) memiliki kandungan serat kasar (SK) dan beberapa senyawa polisakarida yang tinggi.

Tak hanya Ampas Sawit, ternyata beberapa komoditi lainnya juga ikut masuk dalam 10 besar ekspor pertanian, diantaranya Kayu Oak Putih sepanjang 2.070 m2 dengan nilai ekonomis sebesar Rp 52 miliar yang dikirim dan didominasi oleh negara Eropa.

Ada pun negara tersebut, seperti Swiss, Kanada, Spanyol, Jerman, Australia, Denmark, Inggris, Bulgaria, dan Slovakia.

Selain itu, komoditas yang rutin masuk dalam jajaran 10 besar ekspor pertanian yaitu Biji Kopi yang meroket cukup drastis pada September ini dengan pengiriman sebanyak 5,6 ton bernilai ekonomis sebesar Rp 354 miliar.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved