Breaking News:

Penggagas Petisi Tolak Pajak di Binjai Diancam

Dirinya juga heran melihat adanya oknum yang mencoba untuk membuat petisi ini semakin keruh.

Penulis: Satia | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun Medan/ Satia
PULUHAN pedagang kaki lima di Binjai satukan suara tandatangani petisi penolakan pajak restoran. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Penggagas petisi penolakan pajak restoran terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) oleh Pemerintah Kota Binjai mendapat ancaman dari oknum yang mengaku dekat sama Wali Kota Amir Hamzah. Sebagai penggagas, Koordinator BiKoKu, Maya Susan mengatakan, pihaknya mendapat ancaman akan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kota Binjai, terkait dengan petisi tersebut.

"Kemarin aku dikasih tahu bakal dipanggil Jaksa karena petisi ini," katanya melalui sambungan telepon genggam, Senin (11/10/2021).

Dirinya tidak mengetahui secara jelas, siapa oknum yang berbicara mengenai hal tersebut. Ia juga heran melihat adanya oknum yang mencoba untuk membuat petisi ini semakin keruh. Padahal, semua yang dilakukannya untuk kepentingan masyarakat, terkhusus pedagang kaki lima. "Langsung aku bilang, saya bukan pejabat bukan koruptor kenapa dipanggil Jaksa," katanya.

Susan mengatakan, sebelum membuat petisi ini dirinya sudah melakukan konsultasi dengan pengamat hukum. "Mengenai petisi ini sebelum di buat kami sudah konsultasi dengan pakar hukum," ucapnya. Saat ini, dirinya belum melayangkan petisi kepada Pemerintah Kota Binjai, lantaran sedang mengurusi anaknya yang sedang sakit di luar kota.

"Saya bukan lari setelah membuat petisi ini, saya sedang berada di luar kota mengurusi anak saya karena kecelakaan," ujarnya.

Baca juga: Kastel Kejari Binjai Angkat Bicara Soal Ancaman Oknum Terhadap Penggagas Penolakan Pajak di Binjai

Saat ini, katanya, sudah lebih dari 50 PKL yang menandatangani petisi penolakan itu. Rata-rata pedagang yang ikut menandatangani petisi menolak kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Binjai. "Mereka merasa tertindas dengan adanya penagihan pajak oleh pemerintah, masa sudah menderita karena dampak pandemi harus ditekan lagi sama pemerintah," ucapnya.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Binjai Muhammad Harris mengatakan, tidak ada laporan masuk mengenai pengancaman ersebut. "Tidak ada laporan apapun yang masuk,” katanya melalui sambungan telepon genggam.

Harris meminta kepada siapapun jangan ada yang mengkaitkan Kejari Binjai. “Sudah banyak kejadian bahwasanya oknum tidak dikenal mengaku-ngaku sebagai Jaksa, ataupun punya hubungan baik dengan Kejaksaan,” katanya.(wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved