Breaking News:

PLTS Sei Mangkei Berpotensi Turunkan Emisi Karbon 1.300 Ton Setahun

Penurunan emisi dengan pengoperasian PLTS ini setara dengan penyerapan CO2 59 ribu pohon dewasa dalam setahun. 

TRIBUN MEDAN/HO
Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan kapasitas 2 MW yang menyuplai listrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, Senin (11/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SEI MANGKEI – Sesuai target, Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sei Mangkei yang pembangunannya merupakan kerja sama antara Pertamina NRE dan PTPN III berhasil memenuhi target commercial operation date (COD) pada 24 Agustus 2021. 

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ground mounted dengan kapasitas 2 MW tersebut menyuplai listrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. PLTS Sei Mangkei diperkirakan dapat memproduksi listrik hingga 1,6 GW dalam setahun dan berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 1.300 ton per tahunnya. 

Penurunan emisi tersebut setara dengan penyerapan CO2 59 ribu pohon dewasa dalam setahun. 

KEK Sei Mangkei merupakan KEK yang dikelola oleh PTPN III dan menjadi KEK pertama di Indonesia yang memiliki konsep green economic zone, yaitu mengutamakan pengembangan energi terbarukan, termasuk penggunaan energi untuk pembangkit listrik.

Secara tradisional, kawasan industri merupakan penghasil emisi GRK dalam jumlah besar. Namun dengan konsep green economic zone, kegiatan industri di KEK Sei Mangke diharapkan lebih ramah lingkungan.

"Transisi menuju energi bersih yang dilakukan Pertamina sejalan dengan konsep green economic zone KEK Sei Mangkei. Kami percaya industri dapat memberikan kontribusi besar bagi upaya dekarbonisasi, yaitu melalui pemanfaatan energi yang lebih bersih dan menurunkan emisi GRK dalam aktivitas bisnisnya," ungkap Dannif Danusaputro, Chief Executive Officer Pertamina NRE.

PLTS tersebut bukan satu-satunya pembangkit listrik energi terbarukan di Kawasan Sei Mangke. Awal tahun lalu, bersama dengan PTPN III Pertamina NRE juga telah menyelesaikan proyek pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) berkapasitas 2,4 MW. 

Biogas yang digunakan berasal dari palm oil mill effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit. Bersama-sama, kedua pembangkit tersebut berpotensi menurunkan emisi karbon sebesar 71.300 ton per tahun.

"KEK Sei Mangkei merupakan kawasan industri yang didesain khusus dengan konsep green economic zone dimana penggunaan energi bersih menjadi prioritas utama dalam pengembangan kedepannya. Komitmen dalam penggunaan energi bersih direalisasikan melalui pengembangan sumber-sumber listrik berbasis Energi Baru Terbarukan antara lain pengembangan PLT Biomassa, PLT Biogas dan PLT Surya."

"Upaya-upaya tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam mencapai bauran EBT sebesar 23 persen pada tahun 2025. Kami berharap kedepan KEK Sei Mangkei dapat menjadi salah satu contoh kawasan industri berwawasan lingkungan bagi kawasan industri lainnya," ungkap Mohammad Abdul Ghani, Direktur Utama Holding PTPN III.

Pertamina agresif melakukan transisi energi sesuai rencana jangka panjangnya. Sebagai bagian dari praktek environment, social, and governance (ESG), Pertamina memiliki kepedulian bersama masyarakat global untuk menghambat laju perubahan iklim. 

Pertamina mendukung upaya pemerintah mencaapi penurunan emisi GRK sebesar pada tahun 2030. Pertamina juga menargetkan sebesar 17 persen energi bersih dalam portofolio bisnisnya di tahun 2030.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved