Breaking News:

14 Pengungsi Afghanistan Bunuh Diri Sampai Jahit Bibir, Kini Kepung Konjen Amerika

14 pengungsi Afghanistan bunuh diri ada yang sampai jahit bibir lantaran stres tak bisa melakukan apa-apa di Indonesia

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY
Pengungsi asal Afganistan menggelar unjuk rasa di depan Kantor Uniplaza, Kecamatan Medan Timur, Selasa (12/10/2021).(TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Keberadaan pengungsi Afghanistan di Indonesia, terlebih-lebih di Sumatera Utara menimbulkan persoalan baru.

Saat ini, para pengungsi Afghanistan mengaku sudah tak tahu lagi harus berbuat apa, lantaran tak bisa bekerja dan melakukan aktivitas untuk menghasilkan uang.

Gegara masalah ini, sedikitnya ada 14 pengungsi Afghanistan yang bunuh diri.

Bahkan, di Pekanbaru, pengungsi Afghanistan memilih menjahit bibirnya sendiri.

Baca juga: Kesal UNHCR Tak Kunjung Merespon, Pengungsi Afghanistan Geruduk Kantor Gubsu

"Itu dilakukan karena stres," kata Muhammad Juma Mohsini, pendemo asal Afghanistan yang melakukan aksi di depan gedung Uniland Plaza, tempat Konsulat Jendral Amerika Serikat (AS), Selasa (12/10/2021).

Mohsini mengatakan, mereka datang ke Konjen Amerika dengan harapan bisa diterima di negara adidaya itu, mengingat Amerika Serikat menjadi pihak yang menandatangani Konvensi 1951 menyangkut masalah pengungsi

"Artinya mereka menerima pengungsi yang tidak bisa hidup atau balik ke negara asal," kata Mohsini.

Baca juga: Ingin Seperti Afghanistan, Irak dan ISIS Mati-matian Serang Tentara AS yang Tersisa di Negaranya

Dia mengatakan, saat ini para pengungsi tidak mungkin lagi kembali ke negara asalnya.

Mereka dibayang-bayangi rasa traumatis akibat konflik berkepanjangan antara Taliban dan Amerika Serikat.

Sementara itu, selama tinggal di Indonesia, mereka bukan tak cuma bisa mencari uang, namun anak-anak mereka tak mendapatkan pendidikan yang layak.

"Anak kami jadi buta huruf, orang muda tak bisa lanjutkan pendidikan, kesulitan menikah dan membentuk keluarga karena keuangan terbatas dan adanya batasan hukum," ujarnya.(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved