Breaking News:

Gabah dan Kacang Tanah Jadi Komoditi Terpenting yang Meningkatkan Daya Beli Petani

BPS mencatat adanya kenaikan daya beli petani. Subsektor perkebunan rakyat penyumbang pendapatan tertinggi

Penulis: Kartika Sari | Editor: Array A Argus
SERAMBI/M ANSHAR
Petani merawat tanaman buah naga (Hylocereus undatus) yang ditanam di bantaran sungai kawasan Lamreueng, Banda Aceh, Rabu (13/3/2013). Selain rasanya yang segar, buah dari tumbuhan jenis kaktus asal Amerika Tengah tersebut juga digunakan sebagai asupan pendamping bagi penderita penyakit kanker, kolesterol, stroke serta demam berdarah. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Kemampuan daya beli petani di pedesaan Sumatera Utara mengalami pertumbuhan positif per September 2021. 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat ada peningkatan sebesar 2,28 persen dari 117,92 poin menjadi 120,61 poin.

"Kenaikan NTP September 2021 disebabkan oleh naiknya NTP pada tiga subsektor, yaitu NTP subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,29 persen, NTP subsektor Hortikultura sebesar 2,57 persen, dan NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 3,88 persen," ungkap Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, Selasa (12/10/2021).

Sementara itu, NTP dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,56 persen dan NTP subsektor Perikanan sebesar 0,95 persen.

Baca juga: Pengadaaan Bibit Jagung di Toba Dinilai Merugikan Petani di Bonan Dolok

Adapun komoditi yang memegang peranan penting dalam peningkatan daya beli petani di pedesaan, diantaranya komoditas gabah sebesar 0,50 persen dan kacang tanah sebesar 0,01 persen pada subsektor tanaman pangan.

Sementara itu, jika dilihat dari subsektor holtikultura, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan NTPH, diantaranya tomat sebesar 0,74 persen, kol/kubis sebesar 0,46 persen, dan bawang daun sebesar 0,17 persen. 

Kemudian pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan NTPR, yaitu kelapa sawit sebesar 4,08 persen, karet sebesar 0,26 persen, dan kakao/coklat biji sebesar 0,08 persen. 

Baca juga: Seorang Anggota DPRD Jadi Tersangka Dalam Bentrokan Sebabkan 2 Petani Tewas, Ini Identitas Pelaku

Pada subsektor Peternakan, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap penurunan NTPT, diantaranya sapi potong sebesar 0,27 persen, ayam ras pedaging sebesar 0,20 persen, dan kambing sebesar 0,04 persen. 

Pada subsektor Perikanan, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap penurunan NTNP, diantaranya kepiting laut sebesar 0,72 persen, kepiting payau sebesar 0,54 persen, dan ikan layur (beladang) sebesar 0,05 persen.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved