Breaking News:

News Video

Kades Sigulok Divonis 15 Bulan Penjara Terbukti Korupsikan Dana Desa Ratusan Juta

Didakwa korupsikan Dana Desa (DD) hingga ratusan juta, Kepala Desa Sigulok, Kecamatan Sijamapolang Kabupaten Humbang Hasundutan,

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Didakwa korupsikan Dana Desa (DD) hingga ratusan juta, Kepala Desa Sigulok, Kecamatan Sijamapolang Kabupaten Humbang Hasundutan, Sabar Purba divonis 1 tahun 3 bulan penjara di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (12/10/2021).

Majelis Hakim yang diketuai Eliawarti menilai, Kades dua periode itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Keadaan meringankan terdakwa bersikap sopan di persidangan belum pernah dihukum, terdakwa menyesali perbuatannya dan dan sudha mengembalikan sebagian kerugian keuangan negara Rp.379.783.801.

"Menjatuhkan terdakwa Sabar Purba dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 3 bulan, denda Rp 100 juta, apabila tidak dibayar diganti 3 bulan kurungan," kata Hakim.

Dikatakan hakim adapun yang memeratkan, perbuatan Sabar menghambat pembangunan desa, sememtara yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.

"Serta sudah mengembalikan sebagian kerugian keuangan negara," kata Hakim

Dikatakan Hakim Sabar terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu dalam dakwaan Jaksa menyebutkan bahwa perkara ini bermula pada tahun 2019 dimana jumlah APBDes. Desa sigulok senilai Rp 1.107.733.400.

Dimana sesuai dengan Peraturan Kepala Desa Sigulok Nomor 1 Tahun 2019 tanggal 13 Juni 2019 penggunaan APBDes tahun 2019 di Desa Sigulok bidang penyelenggaraan pemerintah desa Rp 280.457.751 dengan realisasi belanja Rp 280.417.751 dan seterusnya.
"Terdakwa selaku Kepala Desa Sigulok yang memegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa telah mengajukan pencairan anggaran dari APBDesa Sigulok tahun 2019 dengan total seluruhnyaRp 1.018.793.982," kata Jaksa.

Namun, setelah anggaran Desa Sigulok masuk ke rekening kas Desa Sigulok, Terdakwa melakukan pencairan bersama dengan bendahara Desa, akan tetapi setelah anggaran desa tersebut dicairkan, Terdakwa tidak memberikannya kepada Bendahara Desa, akan tetapi dikelola oleh Terdakwa sendiri.

"Dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang sudah dicairkan oleh Terdakwa, pada Tahun Anggaran 2019 dan Tahun Anggaran 2020 terdapat anggaran yang tidak terealisasi sebagaimana mestinya yang dilakukan oleh terdakwa sesuai dengan APBDes Desa Sigulok," kata Jaksa.

Dikatakan Jaksa, dalam melakukan pembangunan fisik atas seluruh kegiatan, terdakwa tidak melaksanakan kegiatan melalui Tim Pelaksana Kegiatan, akan tetapi seluruh pembelanjaan material dilakukan secara langsung oleh terdakwa.

"Bahwa anggaran yang tidak direalisasikan oleh Terdakwa sesuai dengan RAB kegiatan/APBDes Desa Sigulok, telah dipergunakan Terdakwa untuk kepentingan pribadinya," pungkas Jaksa

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved