Breaking News:

Ketua dan Sekretaris Pengkot PBSI Medan Dicopot, Berikut Penjelasan Pengprov

Pengprov PBSI mencopot Ketua dan Skretaris Pengkot PBSI Medan. Berikut penjelasan lengkapnya

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Array A Argus
HO
Kiri-kanan: Kabid Turnamen, Dodi Sayendra, Kabid Keabsahan dan SI, Supardi, Waketum I, Kusprianto, dan Kabid OK Pengprov PBSI Sumut, Tri Purnowidodo, saat memaparkan bukti-bukti dan pasal-pasal pemberhentian Ketum dan Sekum Pengkot PBSI Medan 2021-2025, di Aula GOR PBSI Sumut, Medan, Selasa (12/10/21). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Pengprov PBSI Sumatera Utara (Sumut) menjatuhkan sanksi pemberhentian terhadap Ketua dan Sekertaris Pengkot PBSI Medan 2021-2025.

Adapun struktur tersebut atas nama Ali Yusran Gea (Ketum) dan Ahmad Haswin Nasution (Sekum).

Kabar pemberhentian ini disampaikan langsung Wakil Ketum I Pengprov PBSI Sumut, Kusprianto, didampingi Kabid Organisasi dan Kelembagaan (OK), Tri Purnowidodo. 

Turut hadir juga, Kabid Keabsahan dan Sistem Informasi (SI), Supardi, dan Kabid Turnamen, Dodi Sayendra, dalam jumpa pers di Aula GOR PBSI Sumut, Medan, Selasa (12/10/21).

Baca juga: Lepas Atlet ke PON Papua, PBSI Sumut Janjikan Bonus Besar

Wakil Ketum I, Kusprianto, mengatakan pemberhentian keduanya ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) berbeda, yakni SK Nomor 125/PBSI-SUMUT/X/2021 untuk Ali Yusran Gea dan SK Nomor 126/PBSI-SUMUT/X/2021 untuk Ahmad Haswin Nasution, yang ditetapkan 7 Oktober 2021 lalu. 

Dijelaskannya, nama-nama tersebut  dijatuhkan sanksi pemberhentian karena melanggar sejumlah pasal, yakni Pasal 9 ayat (1) huruf b AD (Anggaran Dasar) PBSI 2020 yakni tidak mampu memelihara persatuan dan kesatuan, serta tidak menjalin kerja sama yang baik antar pengurus. 

Selain itu, keduanya juga dianggap melanggar Pasal 35 ayat (4) ART (Anggaran Rumah Tangga) terkait masa bakti pengurus perkumpulan atau klub, serta PO (Peraturan Organisasi) PBSI No 007 tentang keabsahan perkumpulan.

"Namun untuk khusus Ali Yusran Gea memiliki tambahan pasal yakni Pasal 9 ayat (1) huruf d AD PBSI 2020. Di mana secara nyata menyalahgunakan organisasi untuk kepentingan pribadi termasuk politik praktis," kata Kusprianto.

Baca juga: KABAR BURUK Bioskop di Medan Terancam Tutup Permanen, GPBSI: Kita Capek Bicara Mulu

Berdasarkan bukti, lanjut Kusprianto, Ali Yusran Gea menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Di mana yang bersangkutan membuat sekretariat bersama dengan mencantumkan logo PBSI dengan logo organisasi lainnya. 

Di antaranya termasuk logo partai politik, yang mana bersangkutan diketahui merupakan anggota dari salah satu partai politik di Indonesia. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved