Breaking News:

Korupsi Rp 4,8 M di Disdik Sumut, Hakim : Kuat Dugaan Pokja Tender Cuma Ecek-ecek

M Yasir kemudian memberikan jawaban kalau dirinya tidak memiliki skill teknis mengenai barang yang telah diterimanya.

TRIBUN MEDAN/GITA 
Sidang perkara dugaan korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) TA 2014 senilai Rp 4,8 miliar, dengan terdakwa Imam Bahatiyanto terus bergulir di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sidang perkara dugaan korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) TA 2014 senilai Rp 4,8 miliar, dengan terdakwa Imam Bahatiyanto terus bergulir di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (12/10/2021).

Dalam sidang tersebut dua dari 3 saksi yakni dari unsur Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP), Heriko Wahyuda dan Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) M Yasir Nasution disentil hakim ketua Saut Maruli Tua Pasaribu soal tender.

Baca juga: Sempat Latihan Di Luar Daerah, Kesebelasan Karo United Balik Kandang 

"Saudara ikut nggak dalam rapat menentukan rekanan yang keluar sebagai tender? Jadi saudara kemudian meneken berita acaranya. 

Makanya. Kuat dugaan kita, Pokja Tender cuma 'ecek-ecek'. Formalitas saja," cetus Saut Maruli kepada saksi.

Sembari tertunduk saksi Heriko  membenarkan beberapa hari setelah rapat (musyawarah) penentuan pemenang tender yang dipimpin Willer Sitorus selaku ketua Pokja, saksi kemudian membubuhkan tandatangan.

"CV Mahesa Bahari (MB) waktu itu keluar sebagai pemenang tender. Karena memberikan penawaran terendah. Waktu itu ada 5 perusahaan yang ikut tender. Nilai proyeknya Rp 12 miliar," katanya.

'Sentilan' serupa juga menyasar ke saksi lainnya, M Yasir Nasution selaku Ketua Panitia Penerima Barang dan Penerima Hasil Pekerjaan (PPBPHP) merangkap anggota.

"Itu makanya seperti ditanya ibu jaksa tadi. Tupoksi saudara seharusnya mengkroscek barang-barang yang diterima dari distributor bukan cuma berapa jumlahnya. Tapi juga memastikan apakah sesuai dengan spek sebagaimana dituangkan dalam kontrak," cecar hakim.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Curanmor dan Penadah di Kawasan Patumbak

M Yasir kemudian memberikan jawaban kalau dirinya tidak memiliki skill teknis mengenai barang yang telah diterimanya.

"Saudara mengatakan tidak punya keahlian soal itu. Kenapa mau (ditunjuk Kadis Pendidikan Provsu sebagai Ketua PPBPHP)? Saudara percaya saja apa kata PPTK-nya kemudian terima barangnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved