Breaking News:

NENEK Ngaku Dianiaya Anak dan Cucu, Polisi Masih Tunggu Hasil Keterangan Visum dari Dokter

Kasus Lempeh Sinulingga yang dianiaya cucu dan anaknya sendiri sampai saat ini masih diproses Polrestabes Medan.

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun Medan/Goklas Wisely
Lempeh Sinulingga saat dibawa ke Polrestabes Medan bersama keluarga dan kuasa hukumnya untuk mengadu soal laporannya yang mandek, Kamis (7/10/2021) (Tribun Medan/Goklas Wisely) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus Lempeh Sinulingga yang dianiaya cucu dan anaknya sendiri sampai saat ini masih diproses Polrestabes Medan.

"Updatenya kita mau minta keterangan dokter yang memeriksa serta mengeluarkan visum untuk memperjelas luka yang didapat Lempeh karena apa," kata Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra kepada Tribun Medan, Selasa (12/10/2021).

"Hasil visumnya kemarin sudah keluar, ada bekas luka. Tapi belum bisa dipastikan luka itu karena dipukulin atau hanya genggaman biasa. Jadi hasilnya belum terlalu jelas. Makanya kita masih mau periksa lebih lanjut keterangan dokter," tambahnya.

Rafles menjelaskan keterangan yang didapat pihaknya sampai saat ini terlapor pada saat kejadian terlapor ingin membawa Lempeh berobat.

"Itu kesaksian dari pelapor dan terlapor. Makanya, jadi pelapor merasa cara terlapor membawanya itu penganiayaan. Ya, itu sah - sah saja," katanya.

"Tapi kalau hukum kan harus sesuai yang sudah diatur," sambungnya.

Dikatakan, bila terbukti luka itu akibat tindakan kekerasan maka pihaknya akan meminta gelar perkara ke Polda Sumut.

Tetapi bila sebaliknya, artinya luka yang didapati Lempeh karena orang memegang terlalu keras. Artinya cocok untuk membawa korban berobat, maka pihaknya tetap akan menggelar perkara.

"Tapi arahnya ke penghentian penyidikan," tutupnya.

Sebelumnya dikabarkan, Lempeh Sinulingga, warga Dusun V Lau Bilung, Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru mendesak pihak Polrestabes Medan agar secepatnya menangkap anak dan cucunya sendiri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved