Breaking News:

Pimpinan Proyek Tol Binjai-Langsa Bantah Kabar Hutama Karya Beli Tanah dari Tambang Ilegal

Dalam penggerebekan, tim menemukan bahwa tanah galian C ilegal dijual ke Hutama Karya (HK), guna pembangunan jalan Tol Binjai-Langsa. 

Penulis: Satia | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Tambang galian jenis C yang diduga ilegal di Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. 

TRIBUN MEDAN.com, LANGKAT - Inspektur Tambang Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menggerebek tambang galian C diduga ilegal di Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. 

Dalam penggerebekan, tim menemukan bahwa tanah galian C ilegal dijual ke Hutama Karya (HK), guna pembangunan jalan Tol Binjai-Langsa. 

Pimpinan Proyek Tol Binjai-Langsa Hestu Budi Husodo membantah bahwa tanah yang dibeli tidak memiliki izin, atau ilegal.

Dirinya mengatakan, bahwa dalam pembangunan jalan tol, seluruh material yang masuk sudah memiliki izin. 

"Kami juga kena periksa terkait dengan pembelian tanah timbun dari galian C diduga ilegal," katanya via telepon, Selasa (12/10/2021). 

Ia mengatakan, seluruh material masuk ilegal atau tidak yang mengetahui adalah pihak kontraktor. Pastinya, dalam memasukkan barang, seluruh izin akan dipertanyakan. 

"Karena sebelum masuk, semua harus ada izin. Itu yang tahu persis adalah kontraktor mengenai tanah timbun," ungkapnya. 

Sebelumnya, pada saat peninjauan lapangan, Tim gabungan menemukan dua lokasi aktifitas pertambangan tanah urug (Galian C) tanpa izin, yang berdekatan di Desa Tebing Tanjung Selamat ini. 

Dikabarkan, pertambangan tanah urug tersebut dilaksanakan oleh PT. Qton dan PT. Pandu Paramitra. 

Kepala Bidang Pertambangan Dinas ESDM, Budi Batubara menjelaskan, saat berada di lokasi pertambangan tanah urug yang dilakukan dari PT. Qton, Inspektur Tambang mempertanyakan legalitas perizinan kepada Satino yang mengaku sebagai penanggung jawab lapangan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved