Breaking News:

Dishub Medan Targetkan Uang Jutaan untuk PAD dari Penerapan E-Parking Per Hari

Dishub Kota Medan menargetkan bisa hasilkan uang jutaan lewat penerapan E-Parking di 22 titik yang ada di Kota Medan

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Array A Argus
Dok. Humas Pemko Medan
Wali Kota Medan Bobby Nasution di sela-sela syuting pembuatan konten sosialisasi E-Parking di Pelataran Parkir Fakultas Teknik USU Senin (4/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dinas Perhubungan Kota Medan menargetkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari penerapan Parkir Elektronik (E-Parking) dapat mencapai Rp 8,4 juta per hari.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis mengatakan penerapan E-Parking saat ini sudah mencapai proses penandatanganan kontrak kerja sama dengan pihak ketiga.

"Target dari kita per hari itu minimal bisa dapat Rp 8.499.050. Itu merupakan 40 persen dari potensi pendapatan E-Parking dari 22 titik tersebut," ujar Iswar, Rabu (13/10/2021).

Dia menuturkan jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 155 persen dari PAD yang didapat dengan sistem parkir konvensional yang selama ini diterapkan.

Baca juga: Berlakukan E-Parking, Bobby Nasution Pastikan PAD Langsung Masuk Kas Daerah

"Peningkatannya sudah 155 persen dari kondisi yang konvensional. Karena ada kewajiban pihak ketiga yang tidak memenuhi target bahwa 40 persen itu dana minimal yang harus dibayar," tuturnya.

Dikatakaannya, pihak ketiga wajib menyetorkan dana deposit untuk mengisi jika terjadi kondisi capaian mininum per hari tidak tercapai.

"Jadi misalnya capaian hari ini tidak sampai batas minimal, ya tetap harus dibayar 40 persennya dengan menggunakan dana deposit oleh pihak ketiga itu di awal perjanjian," katanya.

Iswar mengatakan untuk awal, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan PT Logika Garis Elektronik sampai 31 Desember 2021 mendatang.

Baca juga: Perluasan e-Parking di Medan, Juru Parkir Akan Dijamin BPJS dan Asuransi Ketenagakerjaan

"Untuk saat ini seyogyanya per tahun, kami teken kontrak sampai 31 Desember dulu, kalau bagus bisa diteruskan kontraknya," katanya.

Iswar menuturkan setelah melakukan survey secara manual terkait potensi PAD, untuk penerapan E-Parking sudah ditetapkan melalui Surat Wali Kota tentang lokasi dan potensi minimal.

"Jadi pertama kita input dulu secara manual, jadi kita tentukan angka minimal yang harus menjadi kewajiban dari pihak ketiga. Di luar itu baru secara real kita hitung berapa pendapatan dari lokasi tersebut," katanya.(cr14/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved