Breaking News:

PON XX 2021 Papua

Kalah 8 Cm, Atlet Lempar Cakram Hardodi Sihombing Harus Puas Raih Medali Perak

Atlet Sumatera Utara, Hardodi Sihombing, harus puas dengan medali perak lempar cakram putra.

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Atlet Papua, Arnoldus Gawai Kai (tengah), atlet Sumut Hardodi Sihombing (kiri), dan atlet Jawa Tengah, Galih Yoga (kanan) mengangkat tangan usai pengalungan medali, di GOR Mimika Sport Complex, Mimika, Papua, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MIMIKA - Atlet Sumatera Utara, Hardodi Sihombing, harus puas dengan medali perak lempar cakram putra usai kalah tipis dari atlet tuan rumah Arnoldus Gawai Kaize di ajang PON ke-20 Papua 2021, Rabu (13/10/2021). 

Bertanding di GOR Mimika Sport Complex, Mimika, Papua, Arnoldus berhasil merebut emas setelah mencatatkan lemparan sejauh 49,78 meter.

Arnoldus mengungguli Hardodi Sihombing yang harus puas di peringkat kedua dengan lemparan 49,70 meter. Sementara medali perunggu diraih wakil Jawa Tengah, Galih Yoga dengan lemparan sejauh 47,74 meter.

"Alhamdulillah saya bersyukur. Sebenarnya agak kesal juga sih, karena saya leading itu dari lemparan pertama sampai kelima. Saya dipotong di lemparan terakhir dan selisihnya juga tipis kali, 8 cm," ujar Dodi saat dikonfirmasi Tribun Medan, Rabu (13/10/2021). 

Jalannya lomba berlangsung sengit. Hardodi sempat membuka peluang meraih emas setelah mencatatkan lemparan 49,70 meter pada kesempatan kedua.

Ia pun menduduki peringkat pertama untuk beberapa waktu. Wakil Jawa Tengah, Galih Yoga berupaya mematahkan catatan lemparan Hardodi pada kesempatan keempat. 

Tetapi gagal setelah hanya mampu mencetak lemparan sejauh 47,74 meter. Arnoldus sempat tidak maksimal pada kesempatan-kesempatan awal.

Jelang tiga kesempatan terakhir, Arnoldus mulai unjuk gigi. Pada kesempatan keempat, Arnoldus hampir mematahkan torehan Hardodi setelah membukukan lemparan 48,54 meter.

Baru pada kesempatan keenam, atlet yang menjalani debut di PON itu sukses melakukan lemparan terbaik dengan torehan 49,78 meter. Sementara Hardodi gagal mempertajam catatan lemparannya.

Disinggung mengenai apakah akan bermain lagi di nomor lomba berbeda, Hardodi mengatakan pertandingannya hari ini merupakan yang terakhir di PON Papua 2021.

"Enggak ada lagi. Cuma nunggu kawan-kawan yang belum main saja," katanya. 

Diketahui, meski meraih emas, Arnoldus gagal memecahkan rekor PON nomor lempar cakram putra yang dipegang atlet Jawa Timur, Hermanto dengan lemparan sejauh 50,26 meter yang dicetak di PON XVIII Riau 2012. (cr12/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved