Breaking News:

Ngaku Menangkan Proyek Perkim Deliserdang, Pria Marga Sianturi Gelapkan Uang Ratusan Juta

Seorang pria diseret ke meja hijau diduga menggelapkan uang rekannya hingga ratusan juta dengan modus memenangkan proyek Dinas Perkim Deliserdan

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nelson Victor saat kembacakan dakwaan terhadap Soaduon Fernando Sianturi di Pengadilan Negeri (PN) Medan. 

Saat itu, saksi melihat dan mengetahui bahwa kegiatan proyek yang dikerjakan oleh terdakwa telah selesai dikerjakan. 

Biaya pelaksanaan pekerjaan tersebut telah dibayarkan oleh Dinas Perkim Deliserdang sebesar Rp 2.106.278.250.

"Lalu terdakwa menyerahkan satu lembar cek sebesar Rp 642 juta tertanggal 20 Maret 2020 kepada Garden. Selanjutnya pada tanggal 20 Maret 2020 Garden berangkat menuju PT Bank Sumut untuk mencairkan cek tersebut,"

"Namun pada saat pengajuan pencairan, petugas teller Bank Sumut mengatakan bahwa dana yang ada pada saat itu tidak mencukupi untuk membayarkan sejumlah uang sebagaimana tertera pada cek tersebut," terang jaksa.

Baca juga: KELUARGA Uya Kuya Jadi Korban Penipuan Paket Wisata ke Bali, Sempat Mengira Terkena Prank

Ternyata, cek tersebut tidak dapat dicairkan karena setelah terdakwa menyerahkan beberapa lembar cek yang diantaranya terdapat 1 lembar cek sebesar Rp 642 juta, tertanggal 20 Maret 2020 tersebut, terdakwa kemudian membuat surat pernyataan tanggal 18 Maret 2020 yang ditandatangani oleh terdakwa dan dibubuhi meterai 6000 yang pada pokoknya menerangkan telah kehilangan cek asli cek.

"Setelah selesai membuat surat pernyatan tersebut, terdakwa menuju kantor PT Bank Sumut membuat laporan kehilangan. Atas laporan kehilangan tersebut dan menyerahkan surat tersebut kepada pihak PT Bank Sumut," urai jaksa.

Atas dasar surat pernyataan yang diserahkan oleh terdakwa itu, PT Bank Sumut Cabang Medan menerbitkan surat keterangan yang pada pokoknya menerangkan, adanya laporan kehilangan atas lembaran cek. 

"Surat Keterangan ini diberikan untuk keperluan pengurusan surat keterangan tanda lapor kehilangan ke kantor polisi," kata jaksa.

Baca juga: Tangkap Tersangka Penipuan Modus Investasi, Kinerja Ditreskrimum Poldasu Diapresiasi

Selanjutnya, setelah terbitnya surat keterangan tersebut, terdakwa juga menggunakan surat pernyataan itu dan kemudian menuju kantor Kepolisian Daerah Resor Kota Besar Medan untuk membuat laporan kehilangan 8 (delapan) lembar cek.

Bahwa selanjutnya setelah terdakwa mendapat surat-surat tersebut, maka pada tanggal 20 Maret 2020, terdakwa terlebih dahulu mengambil uang yang ada pada rekening l milik CV Global Nusantara, sehingga pada saat saksi Garden melakukan pencairan cek dana sebesar Rp 642 juta, yang ada pada rekening tersebut tidak mencukupi karena telah terlebih dahulu diambil oleh terdakwa dengan menggunakan surat-surat tersebut.

Akibat perbuatan terdakwa, Garden Parfasian mengalami kerugian sebesar sebesar Rp 982.725.000.

(cr21/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved