Breaking News:

News Video

Sering Kritiki Kebijakan Bupati Humbahas, Richard Siburian Dilaporkan Dosmar Ke Polisi

Richard Siburian mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) asal Humbahas dilaporkan Dosmar Banjarnahor Bupati Humbang Hasundutan ke Polres Humbahas.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Richard Siburian mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) asal Humbahas dilaporkan Dosmar Banjarnahor Bupati Humbang Hasundutan ke Polres Humbahas. Atas laporan tersebut, Richard mengaku tidak gentar karena hanya menyerukan aspirasi.

"Jadi, atas pelaporan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor ke Humbang Hasundutan biarlah hukum yang berjalan sebagaimana mestinya berdasarkan fakta di lapangan,"ujar Richard Siburian diwawancarai di Medan, Rabu (13/10/2021) menyikapi pelaporan Dosmar Banjarnahor terhadap dirinya ke Polres Humbahas.

Kini, surat panggilan dari Polres Humbahas telah diterimanya tertanggal 1 Oktober 2021 lalu. Surat panggilan tersebut berdasarkan pengaduan tertulis dari Dosmar Banjarnahor, Bupati Humbahas pada 7 Juli 2021.

Dalam laporannya, Richard dan rekannya dibawah naungan Kelompok Masyarakat Generasi Muda Pakkat, Parlilitan Tara Bintang (Papatar) disebut Dosmar masuk secara paksa ke rumah Dinas Bupati Humbahas. Richard dan rekannya dituding melompat pagar rumah dinas di Bukit Inspirasi Desa Purba Dolok Kecamatan Dolok Sanggul Humbang Hasundutan.

Menurut Richard, dia bersama rekannya Aliansi Masyarakat Kampus (AMK) Humbahas pada 7 Juli 2021 lalu awalnya demo di Kantor Bupati Humbahas. Kemudian mereka bergerak menuju Rumah Dinas Bupati yang kurang lebih berjarak 100 meter dari Kantor Bupati.

"Kita atas nama aktivis mahasiswa di Humbahas itu aksibatas dasar kemanusian bahwa bagaimana kejadian di Humbahas itu Kecamatan Parlilitan Dusun Nambadia, seorang ibu hamil yang ditandu betul faktanya ada. Dan bahkan, Kapolres dan Wakil Bupati sendiri pun sudah ke sana dan betul-betul ada kejadian,"kata Richard.

Atas pernyataan Dosmar bahwa yang ditandu bukan manusia pada saat melewati medannya jalan yang tak bisa dilalui kendaraan, Richard tersinggung. Sebagai pejabat publik, Bupati Humbahas Dosmar Banjar Nahor kata Richard seharusnya berlapang dada.

Perihal aksi yang mereka lakukan di Humbahas, menurut Richard hanya penyampaian aspirasi sebagai mahasiswa bagian dari masyarakat."Artinya, walau pun ada pompatan pagar segala macam itu adalah kondisional,"ucap Richard.

Ditambahkan Richard, selama aksi itu menurutnya tidak ada perusakan fisilitas pagar. Dan bahkan Sekdakab Humbahas sekali pun sebut Richard membuat pernyataan bahwa Bupati Humbahas Dosmar sedang tidak berada di Kantor Bupati dan Rumah Dinas, tapi sedang berada di salah satu rumah sakit

Dia juga berharap, pihak Kepolisian netral dan mencari kebenaran atas laporan tersebut."Artinya, kepolisian pun harus mencari fakta yang benar-benar. Kita juga sebagai masyarakat orang yang patuh hukum,"kata Richard.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved