Breaking News:

TIGA Pembunuh Bapak Kos Lolos dari Hukuman Seumur Hidup, Keluarga Korban Tidak Terima

Tiga pemuda yakni Faonasekhi Zamago, Bezisokhi dan Aperseven Zalukhu yang nekat bunuh pemilik kos-kosan secara sadis lolos dari pidana seumur hidup.

TRIBUN MEDAN/GITA
Sidang vonis pembunuhan bapak Kos oleh tiga terdakwa asal Nias, di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/10/2021). 

TERKUAK Motif Mahasiswi Edarkan Narkoba di Kampus USU, Pengakuannya Mengagetkan: Sehari Habis 1 Kg

LUNA Maya dan Ariel Noah Akhirnya Bertemu, Ini Kalimat Pujian Sang Artis yang Bikin Baper

ARTIS Papan Atas Sinetron Ikatan Cinta Tertangkap Basah Lakukan Ini tapi Tetap Panen Pujian

"Yang meringankan para terdakwa bersikap sopan di persidangan, menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum," kata Hakim

Usai mendengar vonis hakim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elisabet Panjaitan dan Nur Fransiska Rajagukguk yang sebelumnya menuntut hukuman penjara seumur hidup kepada ketiga terdakwa menyatakan pikir-pikir, demikian pula para terdakwa melalui Penasehat Hukumnya (PH).

Sementara itu diluar arena sidang, anak korban Selly mengaku tidak puas atas putusan tersebut.

Ia berharap Jaksa mengajukan banding sebab dinilai perbuatan ketiga anak kosnya tersebut sangat kejam.

"Tidak puas, harusnya seumur hidup karena kan memang pembunuhan berencana. Kita berharap sesuai tuntutan penjara seumur hidup. Seharusnya Jaksa banding," pungkasnya.

Sementara itu, dalam sidang beragendakan dakwaan terungkap bahwa terdakwa Faonasekhi Zamago masih sempat berpura-berpura membeli rokok sebelum ia dan dua temannya akhirnya membunuh korban.

Jaksa menuturkan, peristiwa yang sempat heboh pada bulan Maret lalu itu berawal saat terdakwa Faonasekhi Zamago bersama Bezisokhi Zalukhu dan Aperseven Zalukhu (penuntutan terpisah), sekira pukul 22.00 sedang ngobrol di rumah kos yang mereka tempati di Jalan Merbabu, Kelurahan Pusat Pasar.

"Bermula pada Senin 1 Maret 2021 terdakwa Faonasekhi Zamago bertemu dengan Bezisokhi Zalukhu dan Aperseven Zalukhu di depan kamar kos yang terletak di lantai tiga dengan membicarakan bahwa terdakwa akan dikeluarkan dari kos karena tidak membayar uang kos selama tiga bulan dan selalu ditagih oleh korban Djie Goon Gunawan yang mana terdakwa belum mendapatkan uang untuk membayar uang kos tersebut," kata JPU.

Selain dia, temannya Bezisokhu Zalukhu juga diminta untuk membayar uang kos. Mengetahui hal itu, terdakwa Faonasekhi Zamago mengajak kedua temannya untuk merencanakan pembunuhan dengan melakukan pemukulan korban.

"Mereka merencanakan itu, karena belum sanggup untuk membayar uang kos," beber Jaksa.

JPU melanjutkan, para terdakwa lalu merencanakan pembunuhan korban, sehingga pada 7 Maret 2021 sekitar pukul 22.00 WIB, terdakwa Faonasekhi Zamago mulai melakukan rencana yang telah disepakati kedua temannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved