Breaking News:

News Video

Dishub Kota Medan Menargetkan Rp 8,4 Juta PAD Dihasilkan dari Penerapan E-Parking Per Hari

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis mengatakan penerapan E-Parking saat ini sudah mencapai proses penandatanganan kontrak kerja.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Perhubungan Kota Medan menargetkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari penerapan Parkir Elektronik (E-Parking) dapat mencapai Rp 8,4 juta per hari.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis mengatakan penerapan E-Parking saat ini sudah mencapai proses penandatanganan kontrak kerja sama dengan pihak ketiga.

"Target dari kita per hari itu minimal bisa dapat Rp 8.499.050. Itu merupakan 40 persen dari potensi pendapatan E-Parking dari 22 titik tersebut," ujar Iswar, Rabu (13/10/2021).

Dia menuturkan jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 155 persen dari PAD yang didapat dengan sistem parkir konvensional yang selama ini diterapkan.

"Peningkatannya sudah 155 persen dari kondisi yang konvensional. Karena ada kewajiban pihak ketiga yang tidak memenuhi target bahwa 40 persen itu dana minimal yang harus dibayar," tuturnya.

Dikatakaannya, pihak ketiga wajib menyetorkan dana deposit untuk mengisi jika terjadi kondisi capaian mininum per hari tidak tercapai.

"Jadi misalnya capaian hari ini tidak sampai batas minimal, ya tetap harus dibayar 40 persennya dengan menggunakan dana deposit oleh pihak ketiga itu di awal perjanjian," katanya.

Iswar mengatakan untuk awal, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan PT Logika Garis Elektronik sampai 31 Desember 2021 mendatang.

"Untuk saat ini seyogyanya per tahun, kami teken kontrak sampai 31 Desember dulu, kalau bagus bisa diteruskan kontraknya," katanya.

Iswar menuturkan setelah melakukan survey secara manual terkait potensi PAD, untuk penerapan E-Parking sudah ditetapkan melalui Surat Wali Kota tentang lokasi dan potensi minimal.

"Jadi pertama kita input dulu secara manual, jadi kita tentukan angka minimal yang harus menjadi kewajiban dari pihak ketiga. Di luar itu baru secara real kita hitung berapa pendapatan dari lokasi tersebut," katanya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved