Breaking News:

TEMPAT Wisata di Kabupaten Toba Dibuka Kembali, Pengunjung Maksimal 25 Persen

Selain tempat wisata, spot-spot keramaian lainnya juga sudah dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Tempat Wisata Lumban Bulbul yang terletak di Kota Balige. 

TRIBUN-MEDAN.com,TOBA - Tempat wisata di Kabupaten Toba kembali dibuka dengan jumlah pengunjung maksimal sebanyak 25 persen dari saya tampung.

Soal pembukaan lokasi wisata tercantum dalam surat edaran Bupati Toba Poltak Sitorus.

Surat Edaran Bupati Nomor: 440/ 4691/Satgas/Covid-19/2021 Tentang PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Kabupaten Toba.

"Tempat wisata umum atau area publik Iainnya yang dikelola pribadi, kelompok desa wisata, dan Pemkab Toba diizinkan dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 25 persen dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," ujar Bupati Toba Poltak Sitorus dalam surat edaran yang diperoleh Tribun Medan pada Kamis (14/10/2021).

Selain tempat wisata, spot-spot keramaian lainnya juga sudah dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Kegiatan restoran, rumah makan, kafe, warung atau kedai makan minum, angkringan, swalayan, pedagang makanan minuman kaki lima dan tempat makan minum Iainnya, untuk makan minum di tempat sebesar 50 persen dari kapasitas tempat," sambungnya.

Tempat tersebut diizinkan buka sampai dengan pukul 21.00 WIB.

"Dan untuk layanan makanan dan minuman melalui pesan antar atau dibawa pulang diizinkan sampai dengan pukul 23.00 WIB," sambungnya.

Ia juga menyampaikan agar petugas dan pengunjung restoran wajib mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak.

"Sektor penting (esensial) yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen dengan melaksanakan protokol kesehatan secara lebih ketat," terangnya.

Selanjutnya, penyelenggaraan kegiatan olahraga secara mandiri (non kompetisi) dapat dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan.

"Kegiatan Iain yang menimbulkan kerumunan, kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan seperti rapat, seminar, pertemuan sosial diizinkan dibuka dengan pembatasan maksimal 25 persen dari lokasi/tempat duduk dan menerapkan protokol kesehatan secara Iebih ketat," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved