Breaking News:

News Video

Usai Ditangkap di Bandara, Kadis BMBK Sumut Mulai Disidang, Didakwa Korupsi Rp 1 Miliar Lebih

Setelah ditangkap di Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang, pada Sabtu (21/8/2021) malam, kini Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Setelah ditangkap di Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang, pada Sabtu (21/8/2021) malam, kini Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Armand Effendy Pohan jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (14/10/2021).

Tidak hanya Effendy, tiga terdakwa lainnya turut disidang yakni Ir. Dirwansyah selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Kegiatan Rehabilitasi/Pemeliharaan Rutin Jalan Provinsi di Kabupaten Langkat TA. 2020, Agussuti Nasution selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) serta Tengku Syahril, selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu.

Keempatnya didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mohammad Junio Ramandre korupsikan proyek pemeliharaan jalan di Kabupaten Langkat yang bersumber dari APBD tahun 2020 sebesar Rp 2.499.769.520,00.

Dalam sidang yang digelar secara daring tersebut, Jaksa kembeberkan Effendy menyetujui pelaksanaan kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan rutin di Kabupaten Langkat tanpa ada perencanaan dan menyetujui pekerjaan yang tidak sesuai dengan DPA-SKPD.

"Memerintahkan pembayaran tanpa melakukan pengujian dan penelitian kebenaran materiil terhadap Surat Pertanggungjawaban (SPJ), melakukan pengeluaran atas beban anggaran daerah untuk tujuan lain dari yang telah ditetapkan dalam APBD dan melakukan pengeluaran atas belanja beban APBD tanpa didukung dengan bukti yang lengkap dan sah," kata Jaksa.

Lebih lanjut dijelaskan Jaksa, bahwa terdakwa juga tidak melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran SKPD yang di pimpinnya, menerima sesuatu yang bukan haknya yang patut diketahui atau diduga berkaitan dengan pengadaan barang/jasa.

"Melakukan pengelolaan keuangan daerah yang tidak taat pada peraturan perundang-undangan, serta tidak memperhatikan rasa keadilan menunjuk PPTK dalam kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan Jalan Provinsi di Kabupaten Langkat tidak sesuai dengan kopetensi jabatan," kata jaksa.

Dikatakan Jaksa, perbuatan Muhammad Armand Effendy Pohan memperkaya diri sendiri sejumlah Rp 1.070.000.000, atau Ir. Dirwansyah, sejumlah Rp 732.274.000, Agussuti Nasution sejumlah Rp 105 juta serta Tengku Syahril sejumlah Rp 60 juta.

"Yang dapat merugikan keuangan Negara sebesar Rp 1.987.935.253,00," kata Jaksa.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Jo Pasal 18 undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999

Usai mendengar dakwaan Jaksa, majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata menunda sidang pekan depan dengan agenda nota keberatan (eksepsi).

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved