Breaking News:

News Video

Viky Sianipar: Bukan Sekolah Musik yang Dibutuhkan Masyarakat Toba

Maka, secara tegas ia katakan bahwa tak perlu dirikan sekolah musik di kawasan Danau Toba sebab musisi susah banyak di kawasan Danau Toba.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ade Saputra

Viky Sianipar: Bukan Sekolah Musik yang Dibutuhkan Masyarakat Toba

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBA - Musisi Batak Toba, Viky Sianipar berharap para musisi yang ada di kawasan Danau Toba mampu menembus industri musik.

Ia siap mengembangkan musik di kawasan Danau Toba guna membangun pariwisata.

Baginya, sekolah musik bukanlah hal utama, tapi bagaimana setiap pembuat karya musik mampu menggarap musik yang disukai banyak orang serta dipromosikan dengan platform promosi secara tepat.

"Jadi para musisi yang ingin berkarya dan membuat karyanya sendiri atau termasuk yang sudah melakukan ini, aku akan memberikan soal album production atau single production," terangnya.

Baginya, setiap karya yang dikemas dengan baik akan menghasilkan pendapatan bagi pemilik karya.

"Gimana cara mengemas ini, trik-triknya bagaimana supaya mudah diterima di masyarakat, yang ujung-ujungnya duit. Ujung-ujungnya, dia mendapatkan hasil yang sesuai dengan kebagusan karyanya," sambungnya.

Buka hanya soal menghasilkan karya, ia juga melihat bagimana cara promosi di media sosial yang kini digandrungi banyak orang sebagai platform promosi karya.

"Ada karyanya yang bagus tapi memproduksinya salah, kita susah menjualnya. Contohnya, intro yang terlalu panjang orang akhirnya lewatkan saat lihat di Instagram," terangnya.

"Nah trik-triknya kecil itu yang dibutuhkan. Kalau belajar musik, dari youtube pun dah bisa belajar. Jadi, kita enggak usah gila sekolah,"

Maka, secara tegas ia katakan bahwa tak perlu dirikan sekolah musik di kawasan Danau Toba sebab musisi susah banyak di kawasan Danau Toba.

"Nah, pengertian sekolah musik itu apa dulu, apakah itu orkestra, les gitar, les vokal. Menurutku, misalnya les vocal, udah jago-jago di sini. Buka itu yang dibutuhkan," tuturnya.

"Yang dibutuhkan itu lebih pada ke coaching clinic. Ia diarahkan mengenai referensi musik, dengerin yang ini dan itu. Terus bagaimana cara merekam, jadi suatu produk yang baik. Itu jauh lebih dibutuhkan di sini," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved