Bupati Taput Surati Presiden Jokowi, Tawarkan Skema Food Estate Antisipasi Konflik

Bupati berharap food estate di Taput mengembangkan tanaman pohon berbuah yang sesuai sesuai dengan topografi Kabupaten Taput.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Bupati Taput Nikson Nababan berbicara dalam pertemuan membahas proyek food estate di Tarutung pada Jumat (15/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, TAPANULIUTARA – Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengaku telah menyurati Presiden Jokowi dan meminta agar program food estate di Tapanuli Utara tidak menimbulkan permasalahan antara perusahaan dengan masyarakat.

"Soal food estate, saya juga sudah surati Bapak Presiden bahwa jangan sampai PT. Indofood seperti perusahaan lain yang bermasalah dengan rakyat. Saya menawarkan skema seperti ini, Kementerian Kehutanan menyerahkan lahan untuk food estate kepada Pemda. Tentang apa isinya, mari kita diskusikan bersama,” ujar Bupati Taput Nikson Nababan, Jumat (15/10/2021).

Ia berharap food estate di Taput mengembangkan tanaman pohon berbuah yang sesuai sesuai dengan topografi Kabupaten Taput.

“Harapan saya, Taput menjadi food estate tanaman berbuah untuk menjaga kondisi lingkungan karena topografi wilayah kita yang berbukit. Kalaupun ada hamparan, apakah bisa dibuat holtikultura tapi bisa menjaga tanah tersebut tidak menyebabkan banjir atau erosi dan masyarakat sekitar kita jadikan plasma. Dengan konsep tersebut mereka juga merasa menjadi bagian dari program pemerintah,” terangnya.

“Ikut merasakan juga kehadiran Indofood   bagi desa, kita tawarkan seperti plasma. Kalaupun sudah diberikan tanah oleh Pemda dan Menteri Kehutanan kita berikan plasma dengan nilai 2 hektar dengan syarat tidak bersertifikat pribadi dan tidak bisa diperjual belikan. Inilah saran dari kami Pemda Taput agar kita tidak bermasalah dengan warga masalah hak milik tanah warisan," sambungnya.

Bupati menerima audiensi Tim Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian PPN/ Bappenas, Kementerian Pertanian, dan Kementerian PUPR dalam kegiatan monitoring dan evaluasi program peningkatan penyediaan pangan nasional melalui pengembangan kawasan food estate di Kabupaten Tapanuli Utara pada hari ini, Jumat (15/10/2021). 

"Kami sangat menyambut baik kedatangan tim dari kementerian ke Tapanuli Utara, kita sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, tentu ingin berbuat kepada negara ini. Pada intinya, bagaimana pusat dan daerah bisa bersinergi. Visi misi Kabupaten Taput adalah mewujudkan Taput menjadi lumbung pangan, lumbung SDM dan tujuan wisata" terangnya.

Ia juga menyinggung soal pengembangan peternakan saat ini di Kabupaten Taput.

“Dalam kesempatan ini dimohonkan kepada Kementrian Pertanian agar mencabut status ini. Karena sudah ada peternak babi yang tidak lagi kena penyakit, agar kami bisa membuat pengadaan. Saat ini, harga ternak babi harus berpatokan pada harga ternak babi yang ada di daerah Minahasa dan Bali sehingga harga jual di sini menjadi  berkali lipat dan membuat acara adat istiadat menjadi terganggu,” terangnya. 

“Sementara itu, holtikultura yang minus adalah bawang merah dan bawang putih, selebihnya sudah surplus. Di Sumut, Taput merupakan penghasil jagung terbesar. Alsintan setiap tahun diberikan kepada kelompok tani sampai lelang cabai pun saya buat di Taput dan juga jaminan harga cabai dan bawang merah" ungkapnya. 

Ia juga mengutarakan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Taput tergolong sedikit, berbeda dengan Kabupaten lain yang punya Batubara, sebab tambang minyak dan hasil sumber alam lainnya yang dapat berkolaborasi dengan pihak swasta dan pemerintah pusat.

“Sementara Taput hanya punya potensi tanah. Kita juga punya hasil panas bumi oleh Sarulla Operation Ltd dengan perjanjian apabila sudah break even point sudah menghasilkan keuntungan akan dibagi ke Pemda,” tuturnya. 

“Kiranya hasil tanah ini bisa meningkatkan PAD Pemda Taput. Karena dengan peraturan saat ini, anggaran APBN kepada daerah itu semakin kecil dan bahkan mandatory. Maka dari itu keadaan inilah yang memaksa bagaimana meningkatkan PAD. Karena Pemda Taput hanya memiliki tanah, tolonglah kami agar  tanah kami menjadi saham terhadap pihak swasta. Inilah yang menjadi keputusan kami Kabupaten Tapanuli Utara,” sambungnya.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya  sangat senang dan bangga ada Food Estate di Tapanuli Utara. Luas areal untuk Food Estate di Kabupaten Tapanuli Utara  2630 hektar di dua kecamatan; Kecamatan Parmonangan dan Adian Koting. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved