Breaking News:

Materi Belajar Sekolah

Materi Belajar Biologi: Sistem Pernapasan Manusia, Mekanisme Pertukaran Oksigen ke Karbondioksida

Pernapasan adalah proses pertukaran gas oksigen dan karbondioksida pada makhluk hidup yang melibatkan proses inspirasi dan ekspirasi.

Ist
Sistem alat pernapasan manusia 

Jumlahnya sepasang, satu bagian menuju ke paru-paru kanan, bagian lainnya menuju ke paru-paru kiri. Bronkus memiliki percabangan disebut bronkiolus. Udara dari bronkus akan masuk ke dalam bronkiolus.

Pulmo (paru-paru)

Bronkiolus bermuara pada alveoli (tunggal: alveolus), struktur alveolus berbentuk gelembung-gelembung kecil yang diselimuti banyak pembuluh darah.

Alveolus terdapat didalam paru-paru. Pada bagian alveolus terjadi pertukaran O2 dan CO2.  O2 berdifusi ke dalam kapiler sel darah sedangkan CO2 dari sel-sel darah dilepaskan.

organ sistem pernapasan pada manusia

Organ-organ yang berperan dalam sistem pernapasan pada manusia
Sumber gambar: Campbell, N.A., et al. (2006)

Mekanisme Pernapasan pada Manusia

Terdapat dua mekanisme pernapasan pada manusia, yaitu inspirasi dan ekspirasi.

1. Inspirasi

Berikut merupakan proses pada inspirasi:

1. Otot-otot antar tulang rusuk berkontraksi menggerakkan rongga dada sehingga naik dan mengembang.

2. Diafragma berkontraksi dan mendatar.

3.Volume paru-paru membesar dan menyebabkan tekanan paru-paru mengecil.

4. Udara luar masuk ke dalam paru-paru.

proses inspirasi

Proses Inspirasi
Sumber gambar: Bakhtiar S. (2011)

2. Ekspirasi

Berikut merupakan proses pada inspirasi:

1. Otot-otot antar tulang rusuk berelaksasi, rongga dada turun dan mengempis.

2. Diafragma berelaksasi dan melengkung.

3. Volume paru-paru menurun dan menyebabkan tekanan paru-paru membesar.

4. Udara keluar dari paru-paru.

proses ekspirasi

Proses Ekspirasi
Sumber gambar: Bakhtiar S. (2011)

Mekanisme Pertukaran Oksigen dan Karbondioksida

Proses pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) terjadi di dalam alveolus dan dapat berdifusi ke jaringan tubuh. Oksigen yang masuk ke paru-paru saat inspirasi menyebabkan tekanan O2 di alveolus (PO2) meningkat dan lebih tinggi dari tekanan kapiler darah alveolus. Kondisi tersebut menyebabkan O2 dapat berdifusi masuk ke dalam kapiler darah, kemudian diikat oleh hemoglobin dan di distribusikan ke jaringan-jaringan tubuh untuk proses oksidasi sel. Gas sisa yang dihasilkan dari proses oksidasi sel adalah CO2.

Semakin banyak O2 yang digunakan, maka semakin banyak pula CO2 yang dihasilkan. Hal ini menyebabkan tekanan CO2 dalam sel (PCO2) meningkat dan lebih tinggi dari tekanan kapiler darah. Sehingga, CO2 dapat berdifusi ke kapiler vena darah dan paru-paru. CO2 di dalam paru-paru kemudian dikeluarkan saat ekspirasi.

Volume dan Kapasitas Paru-Paru Manusia

Jumlah udara (volume) yang masuk maupun keluar dari paru-paru berbeda-beda pada setiap individu. Volume udara di dalam paru-paru dapat dibedakan menjadi:

1. Volume tidal (VT), merupakan volume normal udara yang dapat masuk atau keluar dari paru-paru. Volume tidal pernapasan yaitu + 500 ml.

2. Volume cadangan inspirasi (VCI) / volume komplementer, merupakan volume udara yang masih dapat dihirup atau masuk ke dalam paru-paru setelah inspirasi normal. Volume cadangan inspirasi yaitu + 3000 ml.

3. Volume cadangan ekspirasi (VCE) / volume suplementer, merupakan volume udara yang dapat dihembuskan atau keluar dari paru-paru setelah ekspirasi normal. Volume cadangan ekspirasi yaitu + 1100 ml.

4. Volume sisa (Volume residu), merupakan volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru. Volume udara sisa yaitu + 1200 ml.

5. Kapasitas Vital, merupakan volume udara yang masuk ke paru-paru setelah menghirup napas panjang kemudian menghembuskan sekuat-kuatnya. Kapasitas vital berkisar antara 3.400 ml pada wanita dan 4.80 ml pada pria. Penjumlahan antara kapasitas vital dengan volume residual merupakan kapasitas total paru-paru.

Gangguan pada Sistem Pernapasan Manusia

1. Faringitis, merupakan radang pada faring karena infeksi atau terlalu banyak merokok, ditandai dengan rasa sakit saat menelan dan rasa kering di kerongkongan.

2. Emfisema, merupakan peradangan pada permukaan dalam alveolus. Akibatnya, paru-paru menggembung sehingga mengganggu efektivitas pengikatan oksigen dan penderita menjadi sulit bernapas.

3. Brokitis, merupakan peradangan pada selaput lendir dari saluran bronkial.

4. Dipteri, merupakan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Pada umumnya, disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphterial.

5. Sinusitis, merupakan pembengkakan pada sinus atau rongga hidung.

6. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), merupakan sebuah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus Coronavirus dari ordo Coronaviridae. Virus ini menginfeksi saluran pernapasan. Gejalanya berbeda-beda pada tiap penderita, seperti pusing, muntah-muntah, demam tinggi, dan batuk.

7. Kanker paru-paru, merupakan kelainan sel yang disebabkan karena epitel bronkial terlalu sering menerima bahan-bahan karsinogenik (penyebab kanker yang banyak terkandung di dalam rokok)

8. Pleuritis, merupakan peradangan pada pleura, yaitu lapisan pelindung yang membungkus paru-paru.

9. Asma, merupakan gangguan pada sistem pernapasan dengan gejala sukar bernapas. Gangguan asma disebabkan bagian otot polos pada trakea berkontraksi sehingga saluran trakea menyempit.

Demikian tentang sistem alat pernapasan pada tubuh manusia. 

Bila ingin mengenal lebih banyak tentang materi belajar sekolah klik di sini.

(*/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram "Tribun Medan Update", caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved