Pasien Isoter Pemko Medan Tinggal 8 Orang, Sekda Minta Camat Bawa Warganya yang Sakit

Fasilitas isolasi terpusat (Isoter) untuk pasien Covid-19 bergejala ringan yang dikelola Pemerintah Kota Medan semakin sepi.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Anggota Brimob Polda Sumut menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan karantina pasien Covid-19, di Eks Hotel Soechi, di Jalan Cirebon, Medan, Selasa (3/8/2021). Penyemprotan cairan disinfektan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan ruang karantina dan isolasi di Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Fasilitas isolasi terpusat (Isoter) untuk pasien Covid-19 bergejala ringan yang dikelola Pemerintah Kota Medan semakin sepi.

Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman mengatakan, saat ini, di dua fasilitas Isoter yakni Hotel Soechi dan Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Medan Helvetia hanya ada delapan orang yang menjalani isolasi.

"Masih banyak ruang di tempat isolasi terpadu kita. Saat ini tinggal delapan orang yang dirawat di isolasi terpadu milik Pemko Medan," ujar Wiriya, Jumat (15/8/2021).

Wiriya mengatakan pihaknya meminta para camat bertanggung-jawab untuk membawa warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke isoter.

"Untuk itu kami minta camat lakukan pendekatan secara persuasif dan humanis agar warga yang terkonfirmasi positif  Covid-19 mau masuk ke isolasi terpadu milik Pemko Medan," katanya.

Menurutnya, isolasi di fasilitas terpadu akan lebih efektif.

"Penanganan dan pengawasan akan lebih efektif jika warga yang positif Covid-19 dirawat di tempat isolasi terpadu daripada menjalani isolasi mandiri di rumah sendiri," tuturnya.

Ia mengatakan, saat ini Medan telah berada pada PPKM Level 2 sehingga ada kelonggaran pembatasan, baik kegiatan sosial maupun ekonomi. Namun, Wiriya menekankan, agar kondisi ini tidak membuat masyarakat menjadi lengah.

"Covid-19 masih ada dan akan menyerang saat kita lemah dan lengah," ungkapnya.

Wiriya menuturkan, selama beberapa hari terakhir ini terjadi penurunan kasus yang cukup signifikan di Medan.

Dia merincikan, pada 10 Oktober pertambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 12, 11 Oktober 10 kasus, 12 Oktober 12 kasus, dan 13 Oktober meningkat tajam menjadi 31 kasus.

"Dari tanggal 10 Oktober sampai 12 Oktober tidak ada yang meninggal dunia. Namun pada tanggal 13 Oktober tercatat satu orang meninggal. Ini menjadi peringatan bagi kita," katanya.

Ia mengingatkan kejadian di Singapura yang kasus Covid-19 sempat turun namun belakangan melonjak tajam.

Wiriya juga mengingatkan camat bekerja dan terus melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. Dia menekankan, camat harus mempunyai data nama dan alamat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalin kerjasama dengan pihak Puskesmas untuk melakukan tracing dan testing.

"Pak Wali Kota juga menginginkan para camat melakukan pemantauan dan memberikan laporan penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing," katanya. (cr14/tribun-medan.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari tribun-medan.com. Mari bergabung di Channel Telegram 'Tribun Medan Update', caranya klik link https://t.me/tribunmedanupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved