Breaking News:

PEDAGANG Pasar Lelo Sei Rampah Mengamuk, Terobos Barikade Satpol PP dengan Mobil Disirami Oli

Barikade yang dibentuk petugas Satpol PP berhasil diterobos pedagang menggunakan mobil yang disirami oli bekas.

TRIBUN MEDAN/ MUHAMMAD ANIL RASYID
Pedagang Pasar Lelo di Sei Rampah mengamuk saat kendaraannya tak bisa masuk ke lokasi tempat berjualan Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, Minggu (17/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Puluhan pedagang Pasar Lelo di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, kembali mengamuk pada Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP), Minggu (17/10/2021).

Pedagang ini mengamuk diduga lantaran tak terima saat kendaraan pedagang yang didominasi kendaraan roda empat, masuk ke lokasi area untuk berjualan dihadang petugas Satpol PP Serdangbedagai.

Tampak pertugas Satpol PP membentuk brikade, agar setiap kendaraan milik pedagang yang mau masuk tidak bisa dilalui.

Bahkan tampak seorang pria membawa jeriken yang berisikan oli bekas, ditumpahkan pada bagian depan mobil pedagang. Namun, aksinya itu tidak menyurutkan petugas Satpol PP untuk menghadang laju mobil tersebut.

Alhasil tak tertahankan lagi, barikade yang dibentuk petugas Satpol PP berhasil diterobos pedagang menggunakan mobil yang disirami oli bekas.

Salahseorang pedagang Nita Yulinda Marpaung mengatakan, kedatangan petugas Satpol PP ialah, buntut karena tidak maunya pedagang Pasar Lelo direlokasi ke Pasar Sei Rampah.

"Kami tidak mau direlokasi, alasan kami masih bertahan di sini karena sudah nyaman, kami tidak mau merintis dari nol lagi," ujar Nita.

Lanjut Nita, ia bersama dengan pedagang Pasar Lelo yang lain sudah berjualan lebih kurang 19 tahun, sehingga menolak untuk direlokasi.

"Kami berjualan di tanah milik warga, ada yang punya ini tanahnya, bukan ini tanah pemerintah yang gak bertuan. Jadi kami tetap menolak untuk di relokasi," ucap Nita.

Sementara itu, Seketaris Disperindag Sergai, Roy Cps Pane mengatakan, hingga saat ini Pasar Lelo yang ditempati pedagang untuk berjualan disetiap akhir pekan ini, tidak memiliki izin.

"Pasar Lelo ini sampai sekarang, belum memiliki izin. Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai, sedang melakukan pembangunan penataan, khususnya Kecamatan Sei Rampah, menjadi ibukota kabupaten," ujar Roy.

"Sesuai penegakan perda nomor 7 tahun 2018, bahwa justru pemerintah Kabupaten Serdangbedagai sesuai arahan bupati, kita memperhatikan para pedagang," sambungnya.

Namun demikian, Roy menambahkan, sesuai Indonesia adalah negara hukum, maka segala sesuatu kegiatan yang tak memiliki izin, tidak diperbolehkan.

"Karena Pasar Lelo sampai saat ini tidak memiliki izin, tentunya kita sama-sama tau, kita adalah negara hukum, segala kegiatan yang belum memiliki izin, tentu tidak diperbolehkan," tutup Roy.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved