Breaking News:

TRIBUNWIKI

Sejarah dan Cerita Kecamatan Batangkuis, Berawal dari Perseteruan Tokoh Sakti

Kisah terdahulu itu membuat dikenang oleh masyarakat sehingga Datuk Kuis diingat menjadi sebuah nama daerah yakni Batangkuis.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga melihat denah pembangunan Sport Center untuk pagelaran PON Sumut-Aceh 2024, di Batangkuis, Deliserdang, Jumat (14/8/2020). Pembangunan sarana dan prasarana Sport Center tersebut akan dibangun 36 lokasi (veneu) olahraga, dengan total pengeluaran berkisar Rp 8,6 triliun yang diperkirakan rampung Februari 2023 mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Batangkuis adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. 

Batangkuis belakangan cukup ramai dibicarakan dikarenakan di kecamatan ini telah terdapat bandara internasional yakni Kualanamu.

Baca juga: Dua Pelaku Pemukulan Pedagang Menyerahkan Diri Baskami Apresiasi Langkah Cepat Polda Sumut

Kecamatan Batang Kuis terdiri atas 11 Desa, dan 72 Dusun. 

Pascapemindahan Bandara Internasional Polonia Medan ke Bandara Internasional Kualanamu yang berbatasan dengan Kecamatan Batang Kuis, kecamatan ini terus berbenah diri menjadi Kecamatan Gapura (Gerbang dan Pintu Utama Menuju Bandara).

Berbagai sejarah maupun cerita-cerita rakyat juga ada di kecamatan yang satu ini.

Seperti cerita rakyat Datuk Kuis dan Buragas Kepala Tujuh.

Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun Tribun Medan, kisah ini berawal dari perseteruan tokoh sakti penegak kebenaran bernama Datuk Kuis, dengan Bukari yang menggunakan kesaktiannya untuk berbuat onar dan mengutip upeti dari masyarakat.

Kehadiran Datuk Kuis bersama pengikutnya harus berhadapan dengan Bukari alias Buragas Kepala Tujuh, tokoh yang memiliki kesaktian namun selalu membuat resah masyarakat dan tidak bisa dibunuh karena dia akan hidup kembali. 

Baca juga: PDAM Tirtanadi Sebut Ada Pipa Bocor, Warga di Gaperta Komplain tak Bisa Mandi

Hanya pusaka sakti bernama Keris Jalak Ular Lidi yang bisa dipakai untuk membunuhnya, itu pun hanya pada waktu Bukari marah dan berubah wujud menjadi makhluk bernama Buragas Kepala Tujuh.

Dalam kisah ini, orang-orang memanggilnya Datuk Kuis karena dia menebang sebatang pohon yang sangat besar untuk dijadikan jembatan, dengan mengkuis (mengoyak) batang pohon tersebut hingga tumbang. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved