TRIBUNWIKI
Sejarah dan Cerita Kecamatan Batangkuis, Berawal dari Perseteruan Tokoh Sakti
Kisah terdahulu itu membuat dikenang oleh masyarakat sehingga Datuk Kuis diingat menjadi sebuah nama daerah yakni Batangkuis.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Batangkuis adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.
Batangkuis belakangan cukup ramai dibicarakan dikarenakan di kecamatan ini telah terdapat bandara internasional yakni Kualanamu.
Baca juga: Dua Pelaku Pemukulan Pedagang Menyerahkan Diri Baskami Apresiasi Langkah Cepat Polda Sumut
Kecamatan Batang Kuis terdiri atas 11 Desa, dan 72 Dusun.
Pascapemindahan Bandara Internasional Polonia Medan ke Bandara Internasional Kualanamu yang berbatasan dengan Kecamatan Batang Kuis, kecamatan ini terus berbenah diri menjadi Kecamatan Gapura (Gerbang dan Pintu Utama Menuju Bandara).
Berbagai sejarah maupun cerita-cerita rakyat juga ada di kecamatan yang satu ini.
Seperti cerita rakyat Datuk Kuis dan Buragas Kepala Tujuh.
Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun Tribun Medan, kisah ini berawal dari perseteruan tokoh sakti penegak kebenaran bernama Datuk Kuis, dengan Bukari yang menggunakan kesaktiannya untuk berbuat onar dan mengutip upeti dari masyarakat.
Kehadiran Datuk Kuis bersama pengikutnya harus berhadapan dengan Bukari alias Buragas Kepala Tujuh, tokoh yang memiliki kesaktian namun selalu membuat resah masyarakat dan tidak bisa dibunuh karena dia akan hidup kembali.
Baca juga: PDAM Tirtanadi Sebut Ada Pipa Bocor, Warga di Gaperta Komplain tak Bisa Mandi
Hanya pusaka sakti bernama Keris Jalak Ular Lidi yang bisa dipakai untuk membunuhnya, itu pun hanya pada waktu Bukari marah dan berubah wujud menjadi makhluk bernama Buragas Kepala Tujuh.
Dalam kisah ini, orang-orang memanggilnya Datuk Kuis karena dia menebang sebatang pohon yang sangat besar untuk dijadikan jembatan, dengan mengkuis (mengoyak) batang pohon tersebut hingga tumbang.
Kisah terdahulu itu membuat dikenang oleh masyarakat sehingga Datuk Kuis diingat menjadi sebuah nama daerah yakni Batangkuis.
Tak cuma Batangkuis, nama-nama sejumlah daerah di Kecamatan Batangkuis, salah satunya Sungai Rotan juga memiliki sejarah.
Di mana Sungai Rotan ini dikenal setelah Datuk Kuis bersama pengikutnya menetap di pinggiran sungai yang banyak ditumbuhi rotan.
Sehingga daerah itu di kemudian hari diberinama Sungai Rotan.
Baca juga: Rekor Baru, Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Capai 6.597.100 SID
Kini kota yang berada di Kecamatan Batangkuis ini telah berbenah, dengan beberapa fasilitas umum seperti, Bandara Kualanamu, stasiun kereta api, taman dan tentunya bangunan kebun zaman dulu masih terdapat di sini.
Bahkan yang teranyar pemerintah Provinsi Sumut membuat sport center di Kecamatan Batangkuis.
Tak hanya itu, Batangkuis juga memiliki beraneka ragam kuliner yang kerap dikunjungi wisatawan lokal.
(mft/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/14082020_pembangunan_sport_center_danil_siregar-8.jpg)