Bobby Nasution Bilang Solusi Masalah Banjir Rob di Belawan Perlu Perencanaan Matang
Wali Kota Medan Bobby Nasution menemui warga yang unjuk rasa menuntut penanganan banjir rob di Belawan, Senin (18/10/2021).
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution menemui warga yang unjuk rasa menuntut penanganan banjir rob di Belawan, Senin (18/10/2021).
Bobby menemui puluhan warga yang unjuk rasa di depan Balai Kota dan menjelaskan kendala yang dihadapi pemerintah dalam penanganan banjir akibat luapan air laut itu.
"Saya mendengar langsung apa yang diinginkan oleh masyarakat Belawan. Saya masih ingat janji saya sewaktu kampanye bahwa saya mau ngantor di Belawan. Tapi saya katakan ngapain saya ngantor di sana kalau saya tidak bawa solusi? Itu juga saya sampaikan saat saya kampanye," ujar Bobby, Senin (17/10/2021).
Bobby mengatakan, Pemko Medan sudah mengajukan usulan kepada Pemprov Sumut dan Kementerian PUPR Republik Indonesia terkait solusi banjir rob yang rutin muncul selama bertahun-tahun.
"Kalau untuk permasalahan banjir untuk Kota Medan sudah kami usulkan berkali-kali dan sudah disepakati oleh Gubernur dan Kementrian PUPR. Kemarin juga muncul revisi dari Kementrian PUPR karena kemarin hanya jalan saja yang ditinggikan, banyak yang tidak setuju. Jadi kemarin kami revisi, penyeselaiannya jangan seperti itu," katanya.
Dikatakan Bobby, penyelesaian banjir rob yang terjadi di Medan Belawan harus diselesaikan dengan perencanaan yang matang.
Ia meminta warga untuk bersabar sampai pengerjaan penahan banjir ROB dilakukan di tahun 2022.
"Bagaimana drainase ada dari laut dan dari darat, ini dua-duanya harus diselesaikan. Kalau ada yang bisa dikerjakan sekarang pun bisa, tapi kalau kita bersihkan sekarang pun kotorannya naik lagi dari laut. Makanya kita buat dulu rencananya dengan bagus, supaya nanti tidak asal-asal kerjanya, kerjanya harus bertahap karena ini permasalahannya permasalahan lama," pungkasnya.
Puluhan warga yang menamakan Forum Anak Belawan Bersatu (FABB) unjuk rasa menuntut penanganan banjir rob.
"Kami selalu diberikan janji, janji dan janji. Belasan tahun Belawan sudah tenggelam oleh banjir rob. Siang dan malam," kata salah satu warga yang demonstrasi, Toni.
Padahal, sambung Toni, Belawan merupakan salah satu penghasil devisa bagi Pemprov Sumut dan Pemko Medan.
Terlebih di Belawan terdapat Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1, kantor Syahbandar, kantor Bea Cukai, Pangkalan Angkatan Laut (Lantamal), kantor Perpajakan Sumut dan sejumlah kantor lainnya. Namun, menurutnya, ketika Belawan terkena banjir rob, tidak ada satu pun yang peduli dengan kondisi tersebut.
"Kami tahu bahwa di Belawan setiap hari ada perputaran uang. Tapi mirisnya, Belawan hari ini tenggelam. Mereka tak ada satu pun yang peduli. Ini aksi pertama kami datang ke kantor Bapak. Bila tidak digubris, kami pastikan, kami akan keluarkan seluruh masyarakat Belawan untuk menutup Jalan Tol Belawan," ungkapnya.
Koordinator Aksi, Khairil Chaniago mengatakan massa FABB menuntut segera dilakukan pengerukkn paluh, alur sungai dan pantai di Belawan.
Pihaknya juga menuntut pemerintah segera membangun tanggul untuk mencegah banjir rob yang terjadi secara terus menerus.
Lalu, mendesak pemerintah memulihkan jalur hijau atau hutan mangrove yang berfungsi sebagai penyangga air laut dan keseimbangan ekosistem Belawan dari pertambakan, penimbunan dan reklamasi.
"Kami mendesak pemerintah membangun perumahan murah dan layak huni untuk merelokasi warga miskin di Belawan yang terdampak banjir ROB," pungkasnya. (cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/selamatkan-belawan-dari-banjir-rob.jpg)