Breaking News:

Kalah Judi Lalu Kapak Ibu Rumah Tangga Hingga Tewas, Bandit Kampung Cacat Dibuat Polisi

Bandit kampung yang melakukan aksi perampokan dan pembunuhan ibu rumah tangga cacat dibuat polisi

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Analisa, pelaku pembunuhan terhadap Suriani (45), warga perumahan FG - KNS PT Hari Sawit Jaya (HSJ), Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, saat dibawa ke Polda Sumut, Senin (18/10/2021).(TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Aksi pembunuhan sadis yang dilakukan bandit kampung bernama Analisa (30), di perumahan FG - KNS PT Hari Sawit Jaya (HSJ), Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu sempat menghebohkan masyarakat.

Korbannya Suriani (45), ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka bacok di tubuh pada Kamis (14/10/2021) lalu.

Karena perbuatan tersangka Analisa begitu keji, bandit kampung ini pun cacat dibuat polisi.

Kedua betisnya ditembus timah panas petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut.

Baca juga: Kepala Raja Dipenggal Anaknya dan Hatinya Dicabut dari Perut, Polisi: Sudah Habis Obatnya

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, tersangka Analisa yang merupakan warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu diamankan dua hari setelah pembunuhan, atau Sabtu (16/10/2021).

Menurut Tatan, awalnya penyidik memanggil tersangka sebagai saksi, karena ada yang melihat tersangka berada di sekitar lokasi kejadian, sebelum korbannya ditemukan tewas.

"Saat dimintai keterangan, tersangka mengakui telah merampok dan membunuh korban," kata Tatan, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Kisah Berdarah di Samosir, Kepala Raja Tua Dipenggal Anak, Soal Dipasung Hingga Obat Stresnya Habis

Mantan Wakapolrestabes Medan ini mengatakan, adapun alasan tersangka kapak ibu rumah tangga tersebut lantaran aksinya diketahui korban.

Tersangka mulanya hendak mencuri, tapi kepergok korban, yang saat itu tengah berada di rumah.

Tanpa pikir panjang, tersangka kemudian melayangkan kapaknya ke tubuh korban.

Adapun alasan tersangka mencuri, lantaran baru saja kalah judi.

"Karena dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 subsidair Pasal 338 dan atau Pasal 365 ayat (3) dari KUHPidana, maka tersangka diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun," tutupnya.(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved