Breaking News:

Kejam, Ayah yang Satu Ini Hantami Anaknya Pakai Sapu Lantaran Mengaku Kesal Rumah Sering Berserakan

Seorang ayah tega menganiaya anaknya sendiri, lantaran mengaku kesal rumah sering berserak akibat sang anak bermain di dalam rumah

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
KBO Sat Reskrim Polres Tanah Karo Iptu S Silalahi (kiri), menginterogasi pelaku penganiayaan terhadap anak, di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe. (TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul) 

TRIBUN-MEDAN.COM,KARO - Legianto, warga Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo tega menganiaya anak kandungnya sendiri.

Adapun alasan pelaku menganiaya anaknya lantaran sang anak dituding sering bikin kondisi rumah berserakan. 

Menurut KBO Sat Reskrim Polres Tanahkaro, Iptu S Silalahi, pelaku ini diamankan dari laporan tetangganya yang mengetahui jika ia telah melakukan penganiayaan.

"Jadi kita mendapatkan laporan dari warga tentang adanya tindakan penganiayaan terhadap anak. Dimana kejadian ini pada Senin (27/9/2021) sekira pukul 18.00 WIB, dan kita lansung mengamankan pelaku," ujar Silalahi, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Sepakat Damai dan Cabut Laporan KDRT, Jonathan Frizzy dan Dhena Devanka Tetap Bercerai?

Silalahi menjelaskan, berdasarkan keterangan dari saksi dan korban jika tindakan yang dilakukan oleh pelaku ini bukan hanya sekali saja.

Tindakan yang dilakukan oleh pelaku ini diakui oleh pelaku karena kesal anaknya sering membuat kecewa.

Diketahui, korban berinisial A ini masih berusia delapan tahun.

"Menurut pelaku anaknya ini sering membandel, sering membuat kecewa orangtuanya. Jadi karena kesal, pelaku ini memukul anaknya dengan menggunakan sapu," ucapnya.

Di hadapan polisi, pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini mengatakan jika dirinya kesal setiap kali anaknya membuat rumah berantakan.

Ia mengaku jika setiap dirinya sudah selesai membersihkan rumah anaknya tak jarang kembali membuat berantakan.

Baca juga: Telan Pil Pahit KDRT hingga 13 Tahun Menjanda, Yuni Shara Tetiba Minta Iis Dahlia Carikan Pendamping

"Sering bikin berantakan dia, habis saya nyapu dia nangis terus saya bilangin dia masih nangis, terus saya pukul," ucap pria yang mengenakan kupluk ini.

Dari tangan pelaku, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa satu batang sapu berwarna hijau.

Akibat perbuatannya, saat ini pelaku harus mempertanggungjawabkannya di depan hukum, dan mendekam di sel tahanan Polres Tanah Karo.

Lebih lanjut, Silalahi menjelaskan pelaku nantinya akan dipersangkakan dengan pasal 44 ayat 1, undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan terhadap anak di bawah umur. Dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (cr4/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved