Breaking News:

Pedagang Pasar Lelo Sei Rampah Kukuh Menolak Pindah, DPRD Sergai Segera Bertemu Pemkab

Pedagang di Pasar Lelo yang berada di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), kukuh menolak dipindahkan oleh Pemkab. 

TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Pedagang Pasar Lelo protes karena kendaraannya tak bisa masuk ke lokasi tempat berjualan Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Minggu (17/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Pedagang di Pasar Lelo yang berada di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), kukuh menolak dipindahkan oleh Pemkab. 

Pedagang kukuh tetap berjualan di lahan yang menurut mereka bukan merupakan milik pemda. 

Alhasil, pada Minggu (17/10/2021) kemarin, pedagang Pasar Lelo kembali mengamuk diduga lantaran tak terima saat kendaraan pedagang yang didominasi kendaraan roda empat, masuk ke lokasi area untuk berjualan diadang petugas Satpol PP Serdangbedagai. 

Tampak pertugas Satpol PP membentuk barikade untuk menghalau setiap kendaraan milik pedagang . Namun, barikade tersebut berhasil diterobos pedagang menggunakan mobil barang.

Ketua DPRD Serdangbedagai, dr Riski Ramadhan Hasibuan mengatakan, DPRD Sergai khususnya komisi B akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupatan Serdangbedagai dalam waktu dekat. 

"Kami dari DPRD Khususnya Komisi B dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah Serdangbedagai untuk solusi yang baik dan bijak untuk Kepentingan para pedagang Pasar Lelo Sei Rampah," ujar dr Riski, Senin (18/10/2021).

Lanjut dr Riski, artinya wacana pemerintah daerah Serdangbedagai untuk merelokasi diharapkan harus ditanah milik pemerintah daerah bukan ditanah milik pribadi juga.

"Namun daripada itu, hendaknya kita akan mendengar melalui Komisi B nantinya penjelasan pemerintah daerah Serdangbedagai supaya ada solusi yang baik untuk para pedagang pasar lelo, supaya para pedagang nyaman berjualan," ujar dr Riski.

"Pedagang bertemu dengan anggota DPRD komisi B baru satu kali. itu pun pemerintah daerah tetap bersikeras merelokasi ditanah milik pribadi, bukan ditanah pemerintah daerah," sambungnya. 

Lanjut dr Riski, selebihnya DPRD Sergai tidak dilibatkan lagi untuk mediasi berikutnya oleh pemerintah daerah.

Seketaris Disperindag Sergai, Roy Pane mengatakan, hingga saat ini Pasar Lelo yang ditempati pedagang untuk berjualan disetiap akhir pekan ini, tidak memiliki izin. 

"Pasar Lelo ini sampai sekarang, belum memiliki izin. Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai, sedang melakukan pembangunan penataan, khususnya Kecamatan Sei Rampah, menjadi ibu kota kabupaten," ujar Roy. 

"Sesuai penegakan Perda Nomor 7 Tahun 2018,  bahwa justru pemerintah Kabupaten Serdangbedagai sesuai arahan bupati, kita memperhatikan para pedagang," sambungnya. 

Namun demikian, Roy menambahkan, sesuai Indonesia adalah negara hukum, maka segala sesuatu kegiatan yang tak memiliki izin, tidak diperbolehkan. 

"Karena Pasar Lelo sampai saat ini tidak memiliki izin, tentunya kita sama-sama tahu, kita adalah negara hukum, segala kegiatan yang belum memiliki izin, tentu tidak diperbolehkan," katanya. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved