Breaking News:

Penganiayaan Tahanan di Lapas Tj Gusta karena Narkoba, Ombudsman RI Sebut Kalapas Tak Kompeten

Seharusnya petugas lapas tidak melakukan penganiayaan karena hal itu menyalahi Standar Operasional Prosedur. 

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/GOKLAS WISELY
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar akhirnya membeberkan bahwa kasus penganiayaan di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan dilatarbelakangi masalah narkoba, Senin (18/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ombudsman RI Perwakilan Sumut akhirnya membeberkan bahwa kasus penganiayaan di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan dilatarbelakangi masalah narkoba. 

"Kami menemukan tiga maladministrasi, yakni penyalahgunaan wewenang, tidak kompeten, dan penyimpangan prosedur dalam kasus tersebut," kata Kepala Ombudsman Sumut, Abyadi Siregar, Senin (18/10/2021). 

Abyadi mengungkapkan temuan itu usai memberikan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) kepada Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut Imam Suyudi. 

Terkait dengan penyalahgunaan wewenang dan tidak kompeten, pihaknya melihat dari tindakan penganiayaan yang dilakukan pihak lapas. 

Seharusnya petugas lapas tidak melakukan penganiayaan karena hal itu menyalahi Standar Operasional Prosedur. 

"Tindakan maladministrasi ini dilakukan oleh petugas, Kadivpas, dan Kalapasnya," bebernya. 

Dijelaskannya, penganiyaan itu rupanya terjadi ketika ada proses pemeriksaan di ruang lapas yang menyangkut soal narkoba. 

"Ternyata peredaran narkoba di lapas sangat ramai," ujarnya. 

Ia pun mengungkapkan penganiayaan tersebut rupanya berawal dari razia petugas yang menemukan sejumlah plastik klip. 

Plastik klip itu diduga untuk mengemas narkoba jenis sabu di salah satu kamar di Lapas. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved