News Video

Terus Dilanda Banjir Rob, Forum Anak Belawan Bersatu Geruduk Kantor Gubernur Sumut

Koordinator Aksi, Khairil Chaniago menyebutkan, aksi yang mereka gelar aksi ke kantor Gubernur Sumut menuntut realisasi janji Edy Rahmayadi selaku

Penulis: Mustaqim Indra Jaya11 | Editor: heryanto

Terus Dilanda Banjir Rob, Forum Anak Belawan Bersatu Geruduk Kantor Gubernur Sumut

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan masyarakat Belawan yang tergabung dalam Forum Anak Belawan Bersatu (FABB) mendatangi kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Senin (18/10/2021)

Kedatangan masyarakat yang bermukim di kawasan Medan Utara itu, menuntut agar Pemprov Sumut memperhatikan kondisi Belawan.

Sebab, hampir setiap minggu, kawasan Belawan yang dihuni ribuan warga terendam banjir rob, bila air laut mengalami pasang.

"Kami selalu diberikan janji, janji dan janji. Belasan tahun Belawan sudah tenggelam oleh banjir rob. Siang dan malam," kata Pimpinan Aksi, Toni.

Padahal, sambung Toni, Belawan merupakan salah satu penghasil devisa bagi Pemprov Sumut dan Pemko Medan.

Terlebih di Belawan terdapat Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1, kantor Syahbandar, kantor Bea Cukai, Pangkalan Angkatan Laut (Lantamal), kantor Perpajakan Sumut dan sejumlah kantor lainnya.

Namun, menurutnya, ketika Belawan terkena banjir rob. Justru tidak ada satu pun yang peduli dengan kondisi tersebut.

"Kami tahu bahwa di Belawan setiap hari ada perputaran uang. Tapi mirisnya, Belawan hari ini tenggelah. Mereka tak ada satu pun yang peduli. Ini aksi pertama kami datang ke kantor bapak. Bila tidak digubris, kami pastikan, kami akan keluarkan seluruh masyarakat Belawan untuk menutup jalan tol Belawan," ungkapnya.

Koordinator Aksi, Khairil Chaniago menyebutkan, aksi yang mereka gelar aksi ke kantor Gubernur Sumut menuntut realisasi janji Edy Rahmayadi selaku pucuk pimpinan Pemprov Sumut.

"Kalian semua pahami, kami ada di sini karena tanah kami terendam oleh banjir. Bapak Edy arahmayadi, meskipun anda undang makan siang. Saya datang lagi ke mari untuk menuntut janji anda membenahi kota kami dari banjir rob," ujar Khairil dari atas mobil komando.

Untuk itu massa FABB menuntut segera dilakukan pengerukkan paluh, alur sungai dan pantai di Belawan.

Menuntut pemerintah segera membangun tanggul untuk mencegah banjir rob yang terjadi secara terus menerus.

Lalu, mendesak pemerintah memulihkan jalur hijau atau hutan mangrove yang berfungsi sebagai penyangga air laut dan keseimbangan ekosistem Belawan dari pertambakan, penimbunan dan reklamasi.

Terakhir mendesak pemerintag membangun perumahan murah dan layak huni untuk merelokasi warga miskin di Belawan yang terdampak banjir rob.

(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved