Breaking News:

Wagub Ijeck Nilai Securities Crowdfunding Strategis Perluas Akses Pendanaan Buat UMKM

Ijeck menilai Securities Crowdfunding sangat strategis bagi UMKM, koperasi maupun pelaku usaha pemula untuk mendapatkan dana melalui pasar modal.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/HO
Wagub Sumut Musa Rajekshah atau Ijeck saat mengikuti sosialisasi Securities Crowdfunding (SCF) sebagai pendanaan bagi UMKM bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara virtual, Senin (18/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Utara Musa Rajekshah pada Senin (18/10/2021) mengikuti sosialisasi securities crowdfunding (SCF) sebagai pendanaan bagi UMKM bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara  virtual, Senin (18/10/2021).

Ijeck menilai securities crowdfunding (SCF) sangat strategis bagi UMKM, koperasi maupun pelaku usaha pemula untuk mendapatkan dana melalui pasar modal.

Ia pun meyakini SCF akan mampu membuka akses pendanaan bagi UMKM. Apalagi SCF merupakan alternatif pembiayaan UMKM dengan cara patungan dari banyak pemodal melalui skema penawaran yang dilaksanakan melalui situs web dan aplikasi.

"Securities crowdfunding juga memanfaatkan platform digital yang akan menjadi media yang sangat efektif dari dua sisi yaitu pihak yang membutuhkan dana dan pihak investor, sehingga akan dapat mempertemukan retail milenial investor dan UMKM yang membutuhkan tambahan modal. Dengan demikian tingkat inklusi di pasar modal dan akses pendanaan bagi UMKM menjadi lebih baik dan meningkat," kata Ijeck.

Ijeck pun menyampaikan, bahwa keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) turut berperan dalam proses pemerataan peningkatan pendapatan masyarakat.

"UMKM harus diberdayakan dan dilindungi agar mampu bersanding sejajar, bahkan bersaing dengan pelaku bisnis lainnya. Sekaligus mampu menunjukkan perannya sebagai pelaku perekonomian, baik di kancah lokal maupun nasional," kata Ijeck.

Ia menambahkan, pelaku UMKM dinilai perlu membangun brand yang mengandalkan kreativitas, lokalitas dan keragaman yang bersumber dari kekayaan alam dan khasanah budaya Indonesia.

Dan UMKM juga dinilai mampu menandingi dominasi brand-brand global, namun terbentur dalam hal permodalan.

"Ini terjadi terutama bagi mereka yang baru merintis usaha atau usahanya belum berkembang secara signifikan. Keterbatasan akses permodalan tersebut membuat sulit untuk meraih pasar yang lebih luas," jelas Ijeck.

Apalagi menurut Ijeck, Sumatra sebagai pulau yang memiliki jumlah penduduk terbesar kedua yakni mencapai 58,5 juta jiwa atau 21,68 persen dari total penduduk di Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved