Sosok Polisi Populer Aiptu Jakaria alias Jacklyn Choppers (Jack), Tetap Sadar Ditembak 12 Peluru
Nama Aiptu Jakaria alias Jacklyn Choppers atau Bang Jack, kembali menjadi perbincangan di media sosial.
TRIBUN-MEDAN.com - Nama Aiptu Jakaria alias Jacklyn Choppers atau Jack, kembali menjadi perbincangan di media sosial.
Sosok polisi populer di YouTube itu dimutasi berdasarkan Surat Telegram bernomor ST/458/X/KEP/2021 tertanggal 18 Oktober 2021.
Surat itu ditandatangani Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Putra Narendra atas nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.
Dia sebelumnya menjabat sebagai Banit 9 Unit 2 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kini dimutasikan sebagai Bintara Bidang Humas Polda Metro Jaya.
Aiptu Jakaria alias Jacklyn Choppers atau Jack merupakan satu dari segelintir polisi populer di medsos.
Baca juga: HEBOH Video Polisi Periksa Ponsel Warga, Sosok Populer Tim Raimas Backbone Aipda Ambarita Dimutasi
Ia sering mengunggah video di YouTube dengan akun Jacklyn Choppers. Saat ini akun Jacklyn Choppers punya 544 ribu subscriber.
Selain itu, wajah Aiptu Jakaria sering nongol di televisi menjadi pembawa acara berita kriminal.
Nama bekennya di televisi Jacklyn Choppers. Gayanya nyentrik dan punya rambut gondrong terurai warna cokelat.
Selama berkarier di Kepolisian, Jacklyn Choppers punya banyak kisah menarik sekaligus menegangkan.
Ia kerap terlibat dalam mengungkap kasus kejahatan kelas atas. Antara lain, penangkapan pria yang mengancam penggal kepala Presiden Jokowi, perampokan sadis di Pulomas yang menewaskan satu keluarga, kasus mutilasi Ryan Jombang, hingga kasus pembunuhan yang dilakukan John Kei.
Imbas pekerjaan menangkap penjahat kelas atas, tentu ada risiko. Namun, tak pernah terpikir baginya untuk keluar dari dunia yang penuh dengan risiko ini.
“Cita-cita gue itu jadi polisi. Pekerjaan nomor satu,” ujar Jack, dikutip dari Kompas.com bebeapa waktu lalu.
Tak sedikit yang menaruh dendam terhadapnya. Keluarga terdekat Jack pun jadi pelampiasan sasaran kemarahan mereka.
Contohnya, pada tahun 2005, beberapa tetangga menyambangi rumah keluarga Jack untuk mengusir dan menyuruh mereka segera pindah dari rumah yang saat itu mereka tempati.
Pasalnya, Jack baru saja menangkap bandar narkoba yang tinggal tak jauh dari kediamannya. “Tetangga sendiri gue tangkep. Jadi mereka marah,” ujar Jack.
Istri-Anak Sasaran Penculikan
Tak hanya itu, anak dan istri Jack sempat jadi sasaran penculikan oleh seorang penjahat.
Saat itu, Jack baru saja pergi meninggalkan rumah. Tak lama berselang, rumahnya didatangi seseorang yang mengabarkan Bang Jack mengalami kecelakaan.
Istri dan anaknya diminta ikut orang tersebut ke rumah sakit. Beruntung, istri Jack tak lekas percaya terhadap orang tersebut.
Ia merasa tak mungkin dalam waktu yang sangat singkat Jack mengalami kecelakaan. Ia pun segera menelepon suaminya untuk mengonfirmasi. Benar saja, Jack yang baru berangkat kerja dalam kondisi baik-baik saja.
“Ada yang datang ke rumah waktu Bapaknya (Jack) baru aja berangkat. Ini (anak) baru dua bulan. Bapaknya katanya kecelakaan. Jadi ini disuruh ikut,” tutur Tina, istri dari Jack.
Dari situ baru terungkap, bahwa orang yang datang tersebut hendak menculik anak dan istri Jack untuk mengusik keberadaan polisi nyentrik tersebut.
Ditembak 12 Peluru
Selain itu, Jack dikenal dengan kisah yang cukup mengerikan.
Pada tahun 2006, dia ditugaskan menangkap komplotan perampok mesin ATM sebesar Rp 2,8 miliar di Cawang, Jakarat Timur, tahun 2017.
Jack dan timnya mendapat info pelaku kabur ke Lampung, sehingga langsung bergerak ke ujung Pulau Sumatera tersebut.
Ternyata, hasilnya nihil. Info terbaru yang diperoleh pelaku berada di Bandung. Jack dan rekannya pun langsung bertolak dari Lampung menuju Bandung.
Ia mendapat informasi bahwa pelaku berada di salah satu pasar tradisional di Kota Bandung.
Saat baru tiba, beberapa anggota kepolisian yang telah terlebih dahulu berada di lokasi mengingatkan Jack bahwa pelaku membawa senjata api, sehingga harus ekstra hati-hati.
“Pas di dalam situ dibilang hati-hati. Ternyata, pelaku selain punya senjata (api) juga punya granat,” ujarnya.
Dengan informasi yang ia dapatkan, Jack segera masuk untuk menangkap sang pelaku. Tak lama setelah masuk, Jack berhadapan langsung dengan pelaku yang sejak lama telah ia incar.
Pelaku segera mengeluarkan senjata api miliknya dan melepas tembakan membabi buta ke arah Jack. Total, 12 peluru bersarang di tubuhnya.
Jack masih ingat betul peristiwa penembakan tersebut. Pasalnya, ia tetap sadar usai dihujani 12 peluru di tubuhnya. Padahal, Jack saat itu tidak mengenakan rompi anti peluru.
“Waktu ketembak itu kerasa. Nggak pingsan. Ketembak 12 peluru,” ujarnya.
Jack segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Sembilan peluru berhasil dikeluarkan dari tubuhnya.
Namun, tiga lainnya hingga kini masih berada di dalam tubuh Jack. “Tiga masih ada nih. Buat kenang-kenangan,” candanya.
Jack sempat ditawari pindah dari posisinya di Jatanras usai tragedi penembakannya tersebut. Ia pun sempat bertugas di kantor untuk beberapa bulan.
“Gak nyampe enam bulan, empat bulanan kayaknya, karena langsung dipindah ke serse lagi,” ujarnya.
Jack mengaku tidak betah ketika harus menjalani rutinitas di kantor. Ia mengaku lebih kerasan mengungkap kejahatan dan menangkap penjahat langsung dari jalanan.
“Waktu itu ya malah nonton patroli nonton berita gitu, nggak betah,” ujarnya.
Sejak saat itu, Jack kembali ke zona nyamannya di Jatanras dan menyatakan tak ingin lagi dipindah. Ketika ditawarkan untuk pindah ke lokasi ataupun unit lain dengan alasan keamanan, Jack selalu menolak.
“Jangan pindah. Kalau pindah itu artinya polisi kalah sama penjahat. Nggak boleh kalah!” tegasnya. (*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Jacklyn Choppers, Polisi yang Tak Jera Hidup Berdampingan dengan Bahaya...",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jakaria-jacklyn-choppers-polisi-nyetrik-di-balik-penangkapan-pria-yang-ancam-penggal-jokowi.jpg)