Breaking News:

Pukul Kepala Ryan Pakai Martil, Dua Warga Medan Baru Divonis 15 Bulan Penjara

Majelis Hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan menilai, keduanya terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan.

equator.co.id
Ilustrasi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Dua warga Jalan Brigjen Katamso Gang Merdeka, Dicky Alfarisi Damanik alias Diki dan Albani Lubis alias Bani divonis dengan hukuman masing-masing 15 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Kamis (21/10/2021).

Majelis Hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan menilai, keduanya terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Albani Lubis Alias Bani dan terdakwa Dicky Alfarisi Damanik alias Diki dengan pidana penjara masing-masing selama 1  Tahun dan 3 Bulan, dengan perintah agar para terdakwa tetap ditahan," kata hakim.

Dikatakan hakim, adapun yang memberatkan perbuatan kedua pemuda ini mengakibatkan saksi korban mengalami luka.

"Perbuatan terdakwa  sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Dakwaan Subsidair melanggar pasal  351 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana," beber hakim.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rocky Sirait menilai, yang sebelimnya menuntut supaya kedua terdakwa divonis 20 bulan penjara.

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa, disebutkan bahwa kedua lelaki tersebut didakwa melakukan penganiayaan kepada rekannya karena masalah sepele.

Dalam dakwaan Jaksa menyebutkan perkara itu berawal pada Sabtu 17 April 2021 lalu sekira pukul 00.30 WIB.

Saat itu, saksi korban Muhammad Ryan sedang melintas di Jalan Brigjen Katamso, Gang Merdeka Kelurahan Sei Mati, Medan Baru, hendak pulang ke rumahnya. Ia pun melihat para terdakwa sedang duduk-duduk di Gang tersebut.

Kemudian, saat Ryan melintas di depan para terdakwa, para terdakwa tiba-tiba menertawai Ryan. 

Tidak senang dengan perlakuan tersebut, Ryan pun menemui para terdakwa dan berkata 'Jangan menceritai orang di belakang. Kalau enggak senang, ayo main kita satu lawan satu!' Namun saat itu para terdakwa hanya tertawa saja.

"Selanjutnya saksi korban pergi meninggalkan para terdakwa. Kemudian sekira pukul 16.00 WIB saksi korban kembali melintas di Gang Merdeka Medan tersebut sendirian dengan berjalan kaki, namun tiba-tiba datang para terdakwa menyerang saksi korban dari arah belakang, dimana saat itu terdakwa Albani memukul kepala saksi korban menggunakan martil," kata Jaksa.

Tidak hanya itu, terdakwa juga menendang badan Ryan hingga terjatuh. Saat terjatuh para terdakwa pun memukuli Ryan pada bagian wajah dan kepala berulang kali.

"Selanjutnya, warga yang melihat kejadian lalu melerai pertengkaran tersebut. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP," pungkas Jaksa. (cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved