Breaking News:

Warga Desa Suka Maju Geruduk Kantor Bupati Karo, Minta Bupati Selesaikan Permasalahan Sengketa Tanah

Bupati Karo telah mengeluarkan instruksi agar aktivitas perusahaan yang terlibat sengketa dengan masyarakat.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Royandi Hutasoit
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
Puluhan warga Desa Suka Maju, Kecamatan Tigapanah, menggeruduk Kantor Bupati Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Kamis (21/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Puluhan orang yang merupakan warga dari Desa Suka Maju, Kecamatan Tigapanah, ramai-ramai mendatangi Kantor Bupati Karo, di Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Kamis (21/10/2021). Kedatangan mereka ini, diketahui untuk mempertanyakan permasalahan sengketa lahan di kawasan Siosar.

Berdasarkan keterangan dari perwakilan kuasa hukum masyarakat Imanuel Eliho Tarigan, mereka ingin meminta ketegasan terkait surat edaran yang keluar terkait permasalahan ini. Pasalnya, dikatakannya sebelumnya Bupati Karo telah mengeluarkan instruksi agar aktivitas perusahaan yang terlibat sengketa dengan masyarakat.

"Surat edaran kemarin isinya tentang penghentian sementara perusahaan di sana. Karena dianggap banyak melakukan pelanggaran. Tetapi sampai saat ini perusahaan tersebut masih melakukan aktivitas," ujar Imanuel.

Selain dianggap telah mengangkangi instruksi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, perusahaan tersebut juga saat ini telah banyak membuat perbuatan yang dianggap melanggar hukum lainnya. Adapun tindakan yang dimaksud ini, seperti perusakan dan penyerobotan tanah yang di mana masuk ke dalam Desa Suka Maju.

"Jadi masyarakat merasa dirugikan karena telah merancangkan ruang besi yang masuk ke dalam wilayah Desa Suka Maju. Di mana tanah tersebut merupakan masuk ke dalam tanah adat masyarakat desa," katanya.

Dengan ini, dirinya mengatakan pihaknya meminta kepada Bupati Karo agar menyelesaikan permasalahan ini. Mulai dengan membongkar tiang pancang yang dipasang secara sepihak, dan menertibkan bangunan sebuah cafe yang diduga milik dari perusahaan yang terlibat konflik ini.

"Untuk cafe itu masuk ke dalam tanah adat Desa Suka Maju, dan bangunan itu berdiri di atas hutan produksi. Jadi dua hal ini kami minta ketegasan kepada Bupati Karo," ungkapnya.

Amatan www.tribun-medan.com, masyarakat datang ke Kantor Bupati Karo dengan membawa baliho yang bertuliskan usir perusahaan yang dianggap telah merugikan masyarakat ini.

Selain itu, dengan membawa alat pengeras suara masyarakat juga meminta ketegasan dari Pemkab Karo dan meminta bupati untuk menjawab secara lansung tuntutan dari masyarakat.

Beberapa saat masyarakat melakukan orasi, Bupati Karo Cory br Sebayang terlihat turun dari ruangannya untuk menemui para pendemo. Di situ, Cory meminta kepada masyarakat jika memang memiliki bukti yang kuat, agar disampaikan lansung secara tertulis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved