Simalungun PPKM Level III, Penyekatan Kembali Diaktifkan di Daerah Perbatasan

Kabupaten Simalungun menerapkan PPKM Level 3 dan saat ini kembali melaksanakan penyekatan di sejumlah perbatasan

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Aktivitas penyekatan di Posko Simpang Serbalawan, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Kamis (21/10/2021)/(Tribun Medan - HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIMALUNGUN- Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Simalungun kembali mengaktifkan posko penyekatan di kawasan perbatasan, lantaran status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Simalungun berada di Level-3 Covid-19.

Polres Simalungun, yang tergabung dalam Satgas Covid-19 akan menjadi tameng dalam pendirian posko penyekatan di kawasan terluar, di samping melaksanakan program program pengendalian Virus Covid-19 lainnya.

Kabag Ops Polres Simalungun, Kompol Suriyanto menjelaskan, pengendara atau warga yang masuk ke Kabupaten Simalungun akan diminta menunjukkan kartu vaksin yang sudah diperoleh, surat tugas, dan rapid bagi yang belum menerima vaksin.

Baca juga: Serdangbedagai Kembali PPKM Level 3, Ternyata karena Capaian Vaksinasi Masih Rendah

"Seluruh Personel Polres Simalungun wajib melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan, dan menyampaikan edukasi kepada masyarakat dengan humanis agar," ucap Kompol Surya, Jumat (22/10/2021) sore.

Kompol Surya, mengatakan di tingkat kecamatan, Operasi yustisi juga masih dilaksanakan oleh jajaran Polsek masing-masing. 

"Dalam meningkatkan herd immunity, kita juga gencar untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi yang bekerja sama dengan unsur Dinas Kesehatan setempat, dan unsur TNI Kodim 0207/Simalungun.

Baca juga: BINJAI dan Padangsidimpuan Masuk PPKM Level 3, Gubernur Turunkan Satgas Covid-19 Lakukan Pengecekan

Polres Simalungun melalui satuan Bhabinkamtibmas di Nagori dan keluragan diminta optimal melaksanakan kegiatan 3T (Tracing, Testing, Treatment) guna pendektesian dini dan penanganan Virus Covid-19.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Simalungun Akmal H Siregar mengatakan, kenaikan level PPKM ini  dikatakan bukan karena meningkatnya kasus Covid-19. Kenaikan level PPKM yang dihadapi Simalungun lantaran capaian vaksinasi masyarakat yang belum mencapai 40 persen.

Bukan karena lonjakan infeksi Covid-19, tetapi dia diukur dari capaian vaksinasi,” ucap Akmal Siregar, Jumat (22/10/2021)

Akmal mengatakan, rendahnya realisasi vaksinasi di Simalungun bukan karena lambannya mendistribusikan ke masyarakat.

Baca juga: Gubernur Edy Kembali Keluarkan Ingub, Atur Penerapan PPKM Level 3 Hingga Level 1 di Sumut

Tetapi karena banyaknya penduduk atau jumlah sasaran yang akan divaksin. 

Saat ini realisasi vaksinasi di Simalungun masih mencapai 37 persen atau 293.130 orang yang sudah divaksin, dari sasaran vaksinasi sebanyak 789.406 orang.

Sementara itu, dari data Dinkes Kabupaten Simalungun, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 hanya 14 orang, suspek 0 orang, dan probable 0 orang.

Akmal berharap, dalam dua minggu ke depan, target realisasi vaksinasi akan segera dipenuhi sehingga level PPKM Kabupaten Simalungun bisa turun.

“Dalam dua minggu target 40 persen akan kita capai,” tegas Akmal.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved