Breaking News:

Pelatih Sriwijaya FC Pernah Menang Atas PSMS Medan, Tapi Tetap Minta Pemainnya Waspada

Pelatih Sriwijaya FC Nil Maizar mengaku punya kenangan pribadi PSMS Medan di Stadion Pakansari, Bogor Jawa Barat.

Editor: Liston Damanik
media officer sriwijaya fc
Nil Maizar saat memberikan instruksi pada latihan Sriwijaya FC. 

TRIBUN-MEDAN.com, PALEMBANG - Pelatih Sriwijaya FC Nil Maizar mengaku punya kenangan pribadi PSMS Medan di Stadion Pakansari, Bogor Jawa Barat.

Sriwijaya FC akan melakoni laga kompetisi Liga 2 Grup A babak penyisihan I menghadapi PSMS Medan yang akan berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Kamis (28/10/2021) pukul 18.15.

"Bersama Sriwijaya FC, saya belum pernah ketemu dengan PSMS. Tapi, kalau saya waktu pegang PS TIRA main di Stadion Pakansari tahun 2018 menang 3-1. Waktu itu, pelatihnya belum Uwak (Ansyari Lubis)," ujar Nil Maizar.

"Waktu itu pelatihnya lupa saya siapa pelatihnya. Bertemu dengan Uwak baru di pertandingan ini, nanti besok," ungkapnya kepada Sripoku.com.

Meski memiliki pengalaman bagus melawan PSMS, Nil Maizar tetap mengingatkan anak asuhannya Nur Iskandar dkk untuk tidak lengah menghadapi PSMS Medan yang tersohor nama besarnya.

Menurutnya, PSMS Medan merupakan tim yang baik karena punya pemain senior dan muda yang bagus. Selain itu, pelatihnya juga bagus .

"Sekali lagi, kami harus mewaspadai kekuatan mereka. Kita harus memperkuat ke dalam karena di pertandingan nanti kita bisa memberikan yang terbaik buat Sriwijaya FC sehingga mendapatkan hasil yang bagus. Yang penting itu," kata Nil.

Pria yang lama mengarsiteki Semen Padang juga mengingatkan evaluasi terhadap laga keempat barusan saat mengalahkan KS Tiga Naga 2-0, skuat Laskar Wong Kito untuk bisa belajar lebih bersabar bermain.

"Ya, sebenarnya itu hanya masalah waktu aja. Kita kurang tenang, kita kurang sabar, kita ingin menang duluan, ingin cetak gol duluan sehingga tidak terorganized," ucap Nil mengomentari pertandingan babak pertama Sriwijaya FC banyak ditekan Tim Laskar Lancang Kuning.

Tapi lanjut Nil, di babak kedua timnya melakukan koreksi lagi, bahwa untuk sesuatu yang diharapkan harus ada proses, harus ada proses bertahan, proses menyerang sehingga peluang itu ada, dan itu bisa dibuktikan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved