Breaking News:

Materi Belajar Sekolah

Penyebab Kecoak Mati dalam Posisi Terbalik

Mengutip dari situs Owlcation, kecoak yang disemprot menggunakan insektisida (senyawa kimia pembunuh serangga) akan mati dengan posisi terbalik.

freepik
Foto ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Penyebab kecoak mati dalam posisi terbalik ternyata ada sebabnya. Posisi terbalik ternyata membantu kecoak bertahan hidup sedikit lebih lama sebelum akhirnya mati.

Saat akan mati, kecoak kehilangan kontrol otot. Sehingga otot kakinya berkontraksi atau tegang dan akhirnya terselip di bagian bawah kaki mereka.

Mengutip dari situs Owlcation, kecoak yang disemprot menggunakan insektisida (senyawa kimia pembunuh serangga) akan mati dengan posisi terbalik.

Karena kandungan insektisida memengaruhi sistem saraf kecoak. Akibatnya beberapa enzim yang muncul dan berkumpul di tubuh mereka.

Enzim inilah yang menyebabkan kejang otot dan membuat kecoak tidak mampu lagi menopang tubuhnya, bahkan mereka sangat kesulitan untuk membalikkan badannya kembali.

Selain karena kejang otot, posisi kecoak yang terbalik, yakni dengan bagian punggung di bawah dan kaki di atas, ternyata membantu serangga ini bertahan hidup sedikit lebih lama.

Posisi terbalik membantu kecoak mendapat udara segar lebih banyak ketika disemprot insektisida.

Tidak semua kecoak mati dalam posisi terbalik

Ternyata tidak semua kecoak mati dalam posisi terbalik. Melansir dari situs New York Times, kecoak di alam liar lebih sering ditemukan mati karena usianya sudah tua, atau karena dimangsa oleh hewan lain yang lebih besar seperti burung.

Apabila secara tidak sengaja kecoak di alam liar terpeleset, kemudian berguling dan akhirnya terbalik, selama mereka menemukan pegangan, seperti daun atau ranting pohon, untuk membalikkan tubuhnya kembali, mereka dapat tetap bertahan hidup.

Kecoak adalah serangga yang tangguh

Dalam situs Discovery Place Science, disebutkan bahwa kecoak dikenal sebagai serangga yang tangguh. Karena mampu menahan tingkat radiasi yang akan membunuh manusia dalam waktu 10 menit.

Proses seluler yang lambat dan tubuh kecil milik kecoak membuatnya mampu menahan tingkat radiasi tersebut.

Bahkan, jika hidup tanpa kepala, kecoak juga masih mampu bertahan hidup selama 10 hari. Hal ini dikarenakan mereka tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan, dan bernapas lewat sisi tubuhnya.

Selain itu, kecoak juga dikenal tangguh karena mampu menahan napasnya selama 30 menit di dalam air.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved