Breaking News:

Setiap Tamu Jalani Tradisi Cicip ASI Istri Kepala Suku, Simbol Kekerabatan dari Suku Asmat 1950

Pengginjil dan guru diwajibkan mencicipi ASI istri kepala suku sebelum bertugas melayani di desa tersebut. 

(Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari)
Kepala Suku Agats, Kletus Yuru. 

TRIBUN-MEDAN.com - Cerita tradisi Indonesia begitu banyak. Pada setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. 

Pada sebuah postingan instagram tertera sebuah cerita tradisi dari desa Agats, Kabupaten Asmat, Papua.  

Pada postingan itu menampilkan cerita tradisi yang terjadi sekitar tahun 1950an.

Ternyata setiap tamu yang hadir wajib mencicipi langsung air susu ibu (ASI) milik istri kepala suku di sana. 

Tamu yang hadir biasanya seorang pengginjil atau pendeta dan guru. 

Pengginjil dan guru diwajibkan mencicipi ASI istri kepala suku sebelum bertugas melayani di desa tersebut. 

Tradisi sebenarnya memiliki makna yang mulia.  

Hal tersebut disebutkan dalam postingan instagram @sejarahpapua1 pada Selasa (18/10/2021).

"Dulunya setiap guru, maupun guru injil yang datang bertugas di kampung-kampung daerah Asmat, harus mengisap susu dari istri kepala suku setempat," tulis akun instagram @sejarahpapua1.

Tradisi itu pun dibenarkan oleh Kletus Yuru, Kepala suku Agats, Kabupaten Merauke.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved