Breaking News:

News Video

Viral Video Detik-Detik Anggota TNI Dikeroyok Warga Hingga Babak Belur, Ini Penjelasan Danlanud

Seorang anggota Lanud Soewondo menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Kelambir Lima, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (19/10/2021)

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang anggota Lanud Soewondo menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Kelambir Lima, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (19/10/2021) Malam.

Kasus pengeroyokan ini diduga dilatarbelakangi soal kasus penggelapan oleh salah satu warga kelambir.

Danlanud Soewondo Kolonel Pnb J.H Ginting, S.Sos., dalam keterangan pers menyatakan bahwa kejadian Pengeroyokan betul dialami oleh Anggota Lanud Soewondo.

"Kejadian Pengeroyokan yang dialami oleh Anggota Lanud Soewondo benar terjadi, kejadian hari Selasa pukul 20.00 WIB," jelas Danlanud, Sabtu (23/10/2021).

"5 Orang yang kami duga sebagai pelaku pengeroyokan sudah kami serahkan ke pihak kepolisian untuk di proses sesuai dengan hukum yang berlaku," sambung Danlanud.

Kelanjutan hukum pelaku pengeroyokan saat ini masih ditangani oleh Mako Polrestabes Medan.

Di samping itu, Dansatpom Lanud Soewondo Mayor Pom Sadin menjelaskan anggota AU yang dikeroyok yakni Serka Wardi Isnanto Tambunan sampai saat ini masih dirawat inap di rumah.

"Kemarin, korban mengalami sakit - sakit di badan. Seperti memar akibat bekas pukulan dan batu," ujarnya.

Selain itu, ia juga membantah adanya kabar yang beredar bahwa pasukan TNI AU menyerang warga di Kelambir 5 Gang Alang Isah usai kejadian pengeroyokan kemarin.

"Tidak benar informasi tersebut. Kemarin ada warga yang kekantor karena ada isu yang beredar seperti itu saya sampaikan warga kelambir V tidak usah takut," ujarnya.

"Jika ada informasi yang perlu ditanyakan atau meminta jaminan perlindungan silahkan hubungi nomor kantor nanti secepatnya Pom AU ke lokasi," tambahnya.

Dikatakannya, perlu diketahui juga sesuai arahan, pimpinan Lanud Soewondo menyikapi kejadian kemarin anggota diberlakukan jam malam dan apel pengecekan kekuatan untuk menghindari hal yang serupa.

"Sampai saat ini arahan dari pimpinan tidak ada lagi gerakan ke daerah itu. Karena sudah dilimpahkan ke kepolisian untuk penyelidikan," tutupnya.

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved