Breaking News:

Pemkab Sergai Sediakan 11 Blok Lapak Menampung 185 Pedagang Pekan Lelo

Namun demikian, proses relokasi hingga kini masih belum terlaksana karena pedagang menolak keras untuk direlokasi. 

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
HO
Lokasi relokasi pedagang Pekan Lelo di Pasar Rakyat Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, Minggu (24/10/2021).  

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Sebanyak 11 blok lapak dengan daya tampung sekitar 185 pedagang, telah disiapkan pemerintah di Pasar Rakyat Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, 

Lapak ini disediakan untuk para pedagang Pekan Lelo di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, yang akan direlokasi. Tidak hanya menyediakan tempat, Pemkab Sergai juga berusaha menyediakan fasilitas layak yang bisa dipergunakan oleh para pedagang.

Baca juga: Hujan Deras, Pohon Pinus Tumbang Hingga Timpa Rumah Makan dan Mobil di Parapat

Namun demikian, proses relokasi hingga kini masih belum terlaksana karena pedagang menolak keras untuk direlokasi. 

"Personil dari Satpol-PP, Jumat (22/10/2021)  diturunkan untuk memasang terpal dan juga membersihkan areal pasar agar lebih tertata dan terlihat rapih. Ini adalah lanjutan dari bentuk perhatian Pemkab Sergai terhadap para pedagang yang direlokasi," ujar Kadis Kominfo Sergai, H Akmal, Minggu (24/10/2021).

Lanjut Akmal, sesuai informasi yang diperoleh dari Sekretaris Dinas Perindag Roy S Pane, saat ini total ada 11 blok lapak yang total bisa menampung sekitar 185 pedagang. Tentunya bagi pedagang Pekan Lelo yang berdagang di lapak-lapak tersebut tidak akan dikenai biaya sewa sepeser pun.

"Relokasi ini punya banyak tujuan. Mulai dari penegakan perda hingga usaha untuk menata Sei Rampah sebagai wajah ibukota. Kita tentu berharap Pasar Rakyat Sei Rampah tetap menjadi ruang bagi kegiatan ekonomi masyarakat yang bisa menjamin kenyamanan dan keamanan bagi seluruh warga yang beraktivitas di dalamnya," ujar Akmal.

Baca juga: OKNUM Kapolsek Iptu IDGN Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Setubuhi Putri Tersangka hingga Pengakuan S

Sementara itu, Ketua Dewan UKM Sergai Budi Sumalim, mengapresiasi langkah Pemkab Sergai yang tidak hanya menghentikan operasional pasar yang ilegal, namun juga memberi jalan keluar yang solutif bagi para pedagang.

"Kepada para pedagang yang masih merespons negatif program relokasi ini, mari datang ke lokasi. Lihat dulu kondisinya. Jangan langsung menolak tanpa tahu dan mau coba memahami tujuan baik pemerintah dibaliknya," ujar Budi. 

Budi pun berharap, seluruh pihak terus bersinergi dalam membangun dan membangkitkan kembali perekonomian Sergai pasca pandemi mulai perlahan-lahan teratasi.

"Saya berharap, kerjasama dan gotong royong bisa terus terjalin antara kepala desa, camat sampai ke OPD terkait. Semoga tujuan baik yang jadi dasar relokasi ini bisa dipahami dan kemudian dijalankan sebaik-baiknya," ucap Budi. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved