Breaking News:

Ada Dugaan Korupsi, Warga Antarkan Laporkan Sekolah ke Kejari Tobasa

Bersama Desima Gultom, terlihat sejumlah orang turut hadir dalam pelaporan tersebut. Pascapenyerahan laporan tersebut, ia pun angkat bicara.

TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
WARGAmelaporkan adanya dugaan pungli dan proyek fiktif di sekolah yang ada di Kabupaten Toba pada Kejari Toba, Senin (25/10/2021).(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Seorang warga melaporkan sebuah sekolah ke Kejari Toba. Seorang warga Desima Gultom (45) terlihat membawa sebuah map yang berisi laporan soal adanya tindakan korupsi. Desima mendiga ada korupsi di lingkungan pendidikan Kabupaten Toba.

Bersama Desima Gultom, terlihat sejumlah orang turut hadir dalam pelaporan tersebut. Pascapenyerahan laporan tersebut, ia pun angkat bicara.

“Di sini, kita sudah memberikan laporan soal adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum di sebuah sekolah di lingkungan pendidikan Kabupaten Toba. Kita datang ke sini karena kita peduli dengan pendidikan Kabupaten Toba,” ujar Desima Gultom di Kantor Kejari Toba Samosir pada Senin (25/10/2021).

Ternyata, adanya dugaan tersebut sudah ia serahkan bersama rekannya kepada Bupati Toba Poltak Sitorus sekitar tiga minggu yang lalu. Namun, Bupati Toba Poltak Sitorus tidak menyikapinya dengan baik.

“Pak Bupati sudah kita temui dan hingga sekarang tak ada responnya. Sudah tiga pekan ini, jawaban dari Bupati, Sekda, maupun Dinas Pendidikan bahwa sekolah yang bersangkutan pun tak ada memberikan keterangan yang jelas. Kembali pada motto Pak Bupati Toba terkait Batak Naraja, kita berupaya menyampaikannya. Tapi, itulah tanggapannya,” sambungnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan isi laporan yang ia sampaikan kepada pihak Kejari Toba Samosir.

Baca juga: Korupsi Dana Desa 882 Juta, Kades di Tapanuli Selatan Menangis Dituntut 7 Tahun Penjara

“Kalau isi laporan kita adanya dugaan pungli dan pembangunan secara fiktif. Hal ini kita sudah kita sampaikan. Dan warga sangat resah apabila di lingkungan pendidikan sampai terjadi yang seperti ini. Kita justru mempertanyakan masa depan negara kita ini, khususnya di Toba,” ungkapnya.

“Seharusnya pendidikan menjadi wadah bagi pelajar mendapat pengetahuan yang baik. Ini masih kita laporkan. Semoga, pihak Kejari Toba Samosir cepat menanggapi laporan kita ini agar pendidikan di kawasan kita ini semakin berkembang,” sambungnya.

Terkait dengan adanya laporan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas bila ada ditemui pihak sekolah melakukan tindak pidana korupsi.

“Kita akan tindak tegas bila ada sekolah kita temuai yang melakukan pungli atau apapun jenisnya yang merupakan tindak pidana korupsi,” terang Rikardo Hutajulu.

“Kita sudah tegaskan kepala sekolah bahwa tidak ada pungutan apapun di sekolah, sudah ada dana BOS. Kalau ada pungutan yang disampaikan kepala sekolah, itu tidak boleh,” pungkasnya. (cr3/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved