Breaking News:

Didakwa Rugikan Negara Ratusan Juta, Kades Kutatonggal Karo Jalani Sidang Perdana

Kata Jaksa dari hasil musyawarah Rencana Pembangunan Desa, terdakwa selaku Kepala Desa menetapkan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2016.

Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/GITA 
Didakwa rugikan negara ratusan juta, Kepala Desa Kutatonggal Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo Andreas Tarigan jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (25/10/2021).   

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Didakwa rugikan negara ratusan juta, Kepala Desa Kutatonggal Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo Andreas Tarigan jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (25/10/2021).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mora Sakti menyebutkan, bahwa perkara yang menjerat lelaki 47 tahun itu terjadi pada Tahun 2016, saat Desa Kutatonggal mendapatkan anggaran dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 585.973.000.

Selanjutnya Desa Kutatonggal juga mendapatkan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) berdasarkan Peraturan Bupati Karo Nomor : 11 Tahun 2016 tanggal 17 Mei 2016 tentang Tata Cara Pengalokasian, Penggunaan dan Penetapan Rincian Alokasi Dana Desa Setiap Desa di Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 239.109.000.

Baca juga: Remaja Ini Alami Sakit Kepala Usai Digigit Teman, Dokter Kaget Temukan Ini Menancap di Tengkoraknya

Selain itu, Desa Kutatonggal juga mendapatkan anggaran dari Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah berdasarkan Peraturan Bupati Karo Nomor : 12 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengalokasian, Penggunaan dan Penetapan Rincian Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah Setiap Desa di Kabupaten Karo Pada Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 9.845.000.

"Namun pada tahun 2015 masih terdapat Silpa sebesar Rp 182.088.790 yang selanjutnya Silpa tersebut dipergunakan untuk TA. 2016 sehingga jumlah keseluruhan dana yang dikelola oleh Desa Kutatonggal Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo pada TA. 2016 sebesar Rp 1.017.015.790," beber Jaksa.

Selanjutnya, kata Jaksa dari hasil musyawarah Rencana Pembangunan Desa, terdakwa selaku Kepala Desa menetapkan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2016.

"Selanjutnya terdakwa menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rancangan Peraturan Desa (Ranperdes) tentang APBDesa Tahun 2016 tanpa melibatkan Sekretaris Desa," kata Jaksa.

Diungkapkan Jaksa, dari Anggaran Belanja Desa sebesar Rp 1.017.015.790, telah dilakukan pencairan sebanyak 3 kali. 

"Setiap dana belanja desa yang dicairkan tahun 2016, terdakwa secara melawan hukum langsung meminta keseluruhan uang tersebut dari bendahara desa," beber Jaksa.

Terdakwa dalam pelaksanaan kegiatan APBDesa TA. 2016, kata Jaksa telah membelanjakan belanja desa yang ada dalam APBDesa TA. 2016 dibawah harga yang tercantum didalam RAB namun secara melawan hukum sisa kelebihan pembayaran, terdakwa tidak mengembalikannya ke kas desa.

Baca juga: Pengakuan Ferdinan, Korban Longsor Sibolangit yang Selamat : Saya Sempat Bingung

"Namun, oleh terdakwa membuat bukti-bukti pengeluaran sesuai dengan harga yang tertera dalam RAB, sehingga terjadi penggelembungan harga dan kelebihan bayar," urai Jaksa.

Dikatakan Jaksa, perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 158.929.910 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut, sebagaimana Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Keuangan Negara pada Penggunaan APBDesa Kutatonggal Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo TA. 2016.

"Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1) b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," pungkas Jaksa. 

Usai mendengar dakwaan Jaksa, Majelis Hakim yang diketuai Eliwarti menunda sidang pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

(cr21/tribun-medan.com) 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved