Breaking News:

Kunjungan ke Balai Kota Siantar, Pengunjung dan Pegawai Wajib Miliki Aplikasi Pedulilindungi

Kewajiban ini disampaikan Wali Kota Hefriansyah melalui Surat Edaran Nomor 800/5262/X/2021 yang dikeluarkan pada 18 Oktober 2021.

Tribun Medan - Alija Magribi
BALAI Kota Pematangsiantar. Wali Kota Siantar mewajibkan penggunaan platform PeduliLindungi pada seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kota Siantar. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Wali Kota Siantar mewajibkan penggunaan platform PeduliLindungi pada seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kota Siantar baik bagi pegawai maupun pengunjung yang datang.

Kewajiban ini disampaikan Wali Kota Hefriansyah melalui Surat Edaran Nomor 800/5262/X/2021 yang dikeluarkan pada 18 Oktober 2021, guna menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo tentang penguatan protokol kesehatan di sektor-sektor non-esensial.

Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Pematangsiantar Sofyan Purba mengatakan, tindak lanjut penerapan aplikasi pedulilindungi ini akan dirampungkan pekan ini. "Mudah-mudahan kita rampungkan pada pekan ini. Kita masih bahas perangkat yang akan dipakai, kemudian bagi pengunjung yang tidak mempunya smartphone, dan sebagainya juga masih kita kaji," kata Sofyan kepada Tribun Medan, Senin (25/10/2021).

Sofyan mengatakan, penggunaan aplikasi pedulilindungi adalah salah satu  upaya pemerintah mendeteksi dan mengawasi setiap warga dalam menghadapi Covid-19.

Di dalam Surat Edaran Wali Kota Pematangsiantar ini, diharapkan para Kepala OPD dapat melakukan skrinning (pemeriksaan) terhadap semua pegawai dan pengunjung yang masuk ke lingkungan instansinya.

Baca juga: Peduli Sesama, Grand Mercure Medan Angkasa Lakukan Kegiatan Share For Care

Selanjutnya, melakukan penerapan scan digital code (QR Code) yang terintegrasi dengan platform PeduliLindungi sebagai sarana untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan jumlah pegawai dan pengunjung dalam kantor.  Adapun QR Code tersebut diperoleh sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Makanya, kita akan berkordinasi dengan beberapa tenaga IT untuk menerapkannya dengan pegawai kita yang akan memahami teknis QR Code ini," jelasnya.

Tak hanya itu, bagi pegawai yang hendak melakukan perjalanan dinas juga harus memenuhi berbagai syarat tertentu selama masa pemberlakuan PPKM, yakni; pelaksanaan perjalanan dinas dilakukan secara selektif, akuntabel, dan penuh kehati-hatian sesuai tingkat urgensi dilaksanakannya perjalanan dinas.

Kemudian, memperhatikan kebijakan perjalanan orang pada masa PPKM dengan menyesuaikan pada kriteria level PPKM di wilayah asal dan/atau tujuan perjalanan dinas. Bagi ASN yang bepergian dinas, diwajibkan memperoleh Surat Tugas yang ditandatangani oleh minimal Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) atau Kepala Kantor Satuan.

Seorang  seorang tenaga medis rumah sakit dr Jonas Ardianta mengatakan langkah ini sebaiknya dipahami masyarakat sebagai kesamaan persepsi dalam berperang melawan Covid-19.

"Ini langkah baik juga. Masyarakat juga jangan menganggap ini hanya karena peraturan, tapi bagaimana menumbuhkan sikap sadar terhadap penularan Covid-19 dengan pemanfaatan aplikasi," kata Jonas saat dimintai tanggapannya.(alj/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved