Breaking News:

Pedagang Pekan Lelo Setuju Pindah ke Pasar Rakyat, Syaratnya Pekan Lelo Tidak Ditutup

Kami mau mengisi lapak ke pekan yang baru itu di hari Rabu, tapi jangan di hari Minggu. Dan Pekan Lelo yang berada di Desa Firdaus ini jangan ditutup.

TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
SUASANA Pekan Lelo di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai, Sumatera Utara, Minggu (24/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Para pedagang Pekan Lelo bersedia pindah berjualan ke lokasi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) dengan syarat Pekan Lelo yang berlokasi di Desa Firdaus, Sei Rampah, tidak ditutup. Para pedagang juga menyatakan tetap diberi izin untuk berjualan di pekan tersebut, setiap hari Minggu.

Hal ini disampaikan pedagang saat ditemui Kabag Hukum Setdakab Sergai, Abdul Hakim Sorimuda Harahap di Pekan Lelo, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Minggu (24/10/2021) siang.

"Kami mau mengisi lapak ke pekan yang baru itu di hari Rabu, tapi jangan di hari Minggu. Dan Pekan Lelo yang berada di Desa Firdaus ini jangan ditutup," ujar Nita Marpaung saat dihubungi wartawan Tribun Medan, Senin (25/10/2021).

Dikatakan Nita, jika Pemerintah Kabupaten Sergai tetap menutup Pekan Lelo di Desa Firdaus, pedagang tidak akan mau menempati lokasi yang disediakan pemkab di sekitaran Pasar Rakyat Sei Rampah. "Itu yang kami sampaikan saat Pak Kabag Hukum datang. Jika pemerintah menyetujuinya, harus ada hitam di atas putih. Kalau tidak ada jangan harap kami mau pindah," ujar Nita.

"Tentu belum ada perjanjian itu. Mana mau kami main masuk aja ke tempat jualan yang baru. Harus ada hitam di atas putih," sambungnya.

Pedagang lainnya Hendri Hasibuan (51) warga Pangkalan Budiman Desa Seirampah, mewakili para pedagang meminta Pemkab Sergai agar jangan menutup Pekan Lelo yang merupakan mata pencarian para pedagang.  Menurutnya, para pedagang bersedia pindah berjualan ke lokasi yang disiapkan Pemkab Sergai, terserah mau hari apa saja, tapi tidak hari Minggu. "Kalau hari Minggu kami tetap berjualan di Pekan Lelo ini," ucap Hendri.

Hendri menyebutkan alasan para pedagang enggan meninggalkan Pekan Lelo karena sudah nyaman. Hubungan baik antara pembeli dan pedagang sudah terjalin selama hampir 19 tahun.

Baca juga: Bupati Siap Ambil Hukum dan Tegas Jika Pedagang Pekan Lelo Menolak Relokasi

Dia juga mengungkapkan para pedagang  telah melakukan survei dengan menanyai pembeli terkait rencana relokasi pedagang Pekan Lelo ke lokasi sekitar Pasar Sei Rampah. Katanya, rata-rata pembeli menjawab tidak akan mau lagi datang belanja. "Untuk itu, mohon kepada pejabat Pemkab Sergai janganlah memindahkan, dan janganlah membuat ekonomi kami bertambah susah. Kami siap mendukung program Pemkab Sergai untuk meramaikan Pasar Sei Rampah, namun kami mohon Pekan Lelo jangan ditutup," ujar Hendri.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkab Serdang Bedagai, Abdul Hakim Sorimuda Harahap mengatakan, pihaknya telah melakukan negosiasi dengan pemilik lahan dan para pedagang agar bersedia direlokasi ke lokasi yang disiapkan Pemkab Sergai, yakni di sekitaran Pasar Rakyat Sei Rampah, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah.

"Tujuan pemerintah untuk menata agar lebih baik kedepannya. Tidak ada pemerintah yang menjerumuskan rakyatnya. Soal permohonan para pedagang yang meminta Pekan Lelo tidak ditutup akan saya tindaklanjuti kepada pimpinan," kata Abdul Hakim. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved