Breaking News:

Pelaku Penggelapan Motor Digebuki Hingga Jontor saat Ditangkap Warga

Pelaku penggelapan motor di Kota Siantar digebuki warga hingga jontor. Pelaku terpaksa mendekam di sel Polres Siantar

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Pelaku penggelapan motor bernama Angga meringkuk usai digebuki massa.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR- Angga, pelaku penggelapan motor digebuki hingga jontor oleh warga.

Bibir warga Jalan Rakutta Sembiring, Lorong Baja, Kekurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar itu tampak bengkak, setelah ditangkap oleh korbannya.  

Kanit Jatanras Polres Siantar, Ipda Moses Butarbutar mengatakan, Angga disangkakan melakukan tindak pidana Pasal Pasal 378 atau Pasal 372 KUHP tentang pencurian dan penggelapan.

"Sudah ditahan. Itu sepeda motornya dipinjam, tapi enggak dipulangkan. Jadi pelaku dipersangkakan Pasal 378 atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama 4 tahun," kata Moses, Senin (25/10/2021). 

Baca juga: Didakwa Lakukan Penggelapan Senilai Ratusan Juta, Hakim Vonis Bebas Driver Online

Senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Edi Sukamto.

Katanya, pelaku menggelapkan motor Satria FU.

"Untuk berkas perkaranya akan dilengkapi lagi, dan akan digelar perkara," ujar Edi.

Terungkapnya kasus ini berawal saat Angga yang melintas di jalan dan diketahui oleh Dabi, teman korban. 

Dani yang meneriaki Angga kemudian mengundang massa sehingga ia pun berhasil ditangkap.

"Sudah hampir dua bulan, kejadian sepeda motor ku digelapkannya, bang. Dulu kami sama minum Cafe Tanjung Pinggir, kemarin itu dipinjamnya sepeda motor ku. Rupanya dia enggak balik-balik. Sempat dia kami cari-cari, tapi gak ketemu," ujar Dani, Minggu (24/10/21) sore, kemarin.

Baca juga: Anggota TNI AU Dikeroyok Lima Pria di Helvetia Terkait Kasus Penggelapan Mobil

Dani mengatakan, ia berhasil menangkap Angga setelah mendapat informasi keberadaannya dari teman-temannya.

Ia pun menyerahkan kasus ini ke pihak berwajib untuk menemukan kembali sepeda motornya itu.

"Sepeda motor ku yang dipinjamnya sudah dijual ke Tebingtinggi, kabarnya seharga Rp 500 ribu," ujar Dani.

Angga sendiri mengaku nekat menjual sepeda motor Satria FU temannya itu karena kesal terhadap Dani, yang Dani disebut jarang mengeluarkan uang ketika sedang minum-minum di Cafe Tanjung Pinggir.

"Kesal kali aku sama dia pak. Selama ini kami minum-minum di Cefe Tanjung Punggur gak mau bayar. Terus aku selalu yang bayar," ujarnya.(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved