Breaking News:

Pemenuhan Pangan Sehat, Hivos Gelar Lokakarya Urgensi Transformasi Sistem Pangan Berkelanjutan

Lokakarya ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum tentang isu-isu strategis dan kebijakan ketahanan pangan di Kota Medan.

TRIBUN MEDAN/HO
PELAKSANAAN Lokakarya Urgensi Transformasi Sistem Pangan Berkelanjutan untuk Memastikan Pemenuhan Pangan Sehat Kota Medan di Hotel Santika Medan, Kamis (7/10/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDANHivos berkolaborasi dengan Perkumpulan Sada Ahmo (Pesada) menggelar Lokakarya Urgensi Transformasi Sistem Pangan Berkelanjutan untuk Memastikan Pemenuhan Pangan Sehat Kota Medan di Hotel Santika Medan, Kamis (7/10/2021).

Dewan Pengawas Pesada, King Ronald Silalahi dalam keterangan persnya yang diterima Tribun-Medan.com, Senin (25/10/2021) mengatakan, pelaksanaan lokakarya menjelaskan, lokakarya ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum tentang isu-isu strategis dan kebijakan ketahanan pangan di Kota Medan, memetakan pihak-pihak pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi aktor utama, visi, peran dalam sistem pangan berkelanjutan Kota Medan. Selain itu terbangunnya komitmen untuk terlibat dalam platform forum multipihak dalam sistem pangan berkelanjutan di Kota Medan.

Menurut Ronald, Sumatera Utara, khususnya Kota Medan yang merupakan salah satu kota besar di Indonesia perlu membangun sistem pangan yang berkelanjutan mengingat jumlah penduduk Sumatera Utara yang tinggal di Kota Medan cukup tinggi. Sementara produsen bahan pangan di Kota Medan sangat terbatas.

Di sisi lain, kehidupan di kota Medan bergantung pada sektor pertanian yang berada di kabupaten sekitarnya, seperti Kabupaten Deli Serdang, Langkat dan Kabupaten Karo.

Permasalahan yang saat ini juga muncul adalah pola konsumsi masyarakat muda di perkotaan yang lebih memilih mengonsumsi makanan siap saji dan makan impor. Perilaku konsumsi pangan generasi muda perkotaan saat ini berkaitan erat dengan banyaknya tawaran makanan di luar rumah. Tawaran ini saling berkompetisi untuk mendapatkan hati para generasi muda sebagai konsumen dari gerai makanan atau kafe.

Baca juga: Hari Anti KTP, Pesada Serukan Pilih Pemimpin yang Komit Pada Penghapusan Berbagai Bentuk Kekerasan

“Untuk merebut konsumen ini, para produsen makanan baik yang siap saji maupun yang diproses segar berlomba-lomba menyajikan makanan yang menarik untuk difoto atau dalam diksi anak jaman now adalah instagramable. Tak jarang pangan yang dipilih adalah pangan yang luput dari kecukupan gizi, yang penting keren menghiasi halaman media sosial,” katanya.

Terkait hal tersebut di atas, sebagai bentuk dukungan gerakan dalam membangun sistem pangan berkelanjutan sebut, Hivos mengimplementasikan Proyek Panen Lokal yang didukung oleh program SWITCH Asia Uni Eropa, dan diimplementasikan bersama dengan WWF Indonesia, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) dan Non Timber Forest Product – Exchange Programme (NTFP-EP) Indonesia.

“Tujuan umum proyek adalah berkontribusi untuk kesejahteraan ekonomi dan mengurangi kemiskinan di Indonesia dengan mempromosikan peralihan kepada konsumsi berkelanjutan dan produksi pangan yang lestari, sehat, adil dan lokal. Strategi yang diusulkan untuk pencapaian tujuan ini adalah dengan mengajak berbagai pihak di Kota Medan untuk terlibat dan berkomitmen menjadi bagian dari forum yang peduli terhadap sistem pangan kota Medan yang berkelanjutan,” kata Ronald.

Lokakarya ini menghadirkan empat narasumber yakni Kepala Bappeda Kota Medan, Benny Iskandar memberikan gambaran terkait pentingnya peran multipihak dalam perencanaan kebijakan dan gambaran umum kebijakan prioritas sektor pangan dalam RPJMD Kota Medan Periode 2021-2026.

Kemudian Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Emilia Lubis yang memberikan gambaran program strategis dan tantangan dalam membangun ketahanan pangan di Kota Medan dan dosen Kopertis/Ketua Tim Teknis Dewan Ketahanan Pangan Kota Medan, Bilter Sirait yang memberikan refleksi terkait kebijakan pangan kota medan dalam rangka mewujudkan pangan lokal yang sehat, adil dan berkelanjutan. Ada juga Manager Program Local Harvest  Hivos, Miranda yang menjelaskan upaya Hivos dalam mempromosikan pola konsumsi yang berkelanjutan dan berkeadilan dan sistem pangan lokal di Indonesia.

“Selain mengahsilkan kebijakan dalam bentuk kertas posisi atau rekomendasi kepada pemerintah kota Medan, lokakarya ini akan menggagas terbentuknya Forum Multipihak Sektor Pangan Berkelanjutan di Kota Medan,” pungkas Ronald.(*/top/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved