Breaking News:

Wakil Bupati Deliserdang Serahkan Sertifikat Tanah di Desa Tiga Juhar, Begini Keterangan Lengkap BPN

Wakil Bupati Deliserdang Yusuf Siregar melakukan penyerahan sertifikat tanah objek konsolidasi tanah hasil inventariasi GTRA Sumatera Utara 2020.

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wakil Bupati Deliserdang Yusuf Siregar melakukan penyerahan sertifikat tanah objek konsolidasi tanah hasil inventariasi GTRA Sumatera Utara 2020.  

TRIBUN-MEDAN.COM, LUBUKPAKAM- Wakil Bupati Deliserdang Yusuf Siregar melakukan penyerahan sertifikat tanah objek konsolidasi tanah hasil inventariasi GTRA Sumatera Utara 2020. 

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan dialog dengan masyarakat GTRA/KT bersama Wakil Menteri ATR/BPN, Dr Surya Tjandra SH.,LL.M di Wisma Serbaguna GBKP Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu

Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar mengatakan, penyerahan sertifikat tanah objek konsolidasi tanah hasil inventarisasi GTRA Sumatera Utara 2020 merupakan efisiensi dan produktivitas penggunaan tanah.

Kemudian, dilakukan penataan klaster perkebunan salak di Desa Tiga Juhar, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu, Kabupaten Deliserdang dengan luas mencapai  60,9326 ha dan jumlah bidang 240 bidang.

"Pemerintah Kabupaten mendukung penuh terlaksananya kegiatan ini yang diharapkan penataannya tidak semata-mata hanya untuk pembangunan fisik saja melainkan masyarakat dapat mencapai kehidupan yang lebih baik," ujarnya. 

Ia menambahkan, semoga kegiatan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan warga. 

Sedangkan, Wakil Menteri ATR / BPN Dr Surya Tjandra SH.,LL.M, menuturkan, tanah akan diatur dan ditata sedemikian rupa agar semua bidang tanah sebisa mungkin diakses. Meski luasnya turun tetap nilainya bertambah karena adanya akses tersebut. 

“Tanah itu nilainya relatif, ada yang tinggi dan ada yang rendah tergantung bisa di akses atau tidak, dan kelebihan dalam program yang dilakukan saat ini pertama kalinya di Kementerian ATR/BPN. Kabupaten Deli Serdang sudah memberikan contoh yang sangat berharga buat Kementerian ATR/BPN tidak hanya Sumatera Utara tetapi juga di seluruh Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPN Deliserdang, Drs Fauzi menyatakan Desa Tiga Juhar terkendala kemacetan tepatnya di seputaran pasar dan pekanan. Apalagi, infrastruktur jalannya sangat terbatas. 

Sedangkan, Pemkab Deliserdang terbatas melakukan penataan karena kemampuan pendapatan asli daerah (PAD) untuk bisa membeli tanah. Karena itu, dilakukan konsep komsolidasi untuk dilakukan penataan bidang-bidang tanah sehingga ada sumbangan dari masyarakat untuk infrastruktur. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved