Breaking News:

Harga Pupuk Terus Meroket, Dampak Naiknya Harga Sawit

Dikatakan Timbas, saat ini pemerintah sudah mengarah terkait penghentian ekspor CPO untuk pangsa luar negeri.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan
Pameran produksi kelapa sawit di Medan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Meroketnya harga sawit di Sumatera Utara hingga tembus Rp 3.102 saat ini turut disambut para pengusaha sawit. Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Sumut, Timbas Prasad Ginting mengungkapkan jika dirinya optimistis harga sawit akan semakin meroket hingga tembus melewati Rp 5.000 hingga akhir tahun ini.

"Kita semua baik petani mau pun pengusaha senang semua. Harga sawit ini pasti akan naik terus kalau CPO tidak diekspor ke Eropa," ungkap Timbas, Selasa (26/10/2021).

Dikatakan Timbas, saat ini pemerintah sudah mengarah terkait penghentian ekspor CPO untuk pangsa luar negeri.

"Pemerintah sudah ada mengarah untuk penghentian ekspor tapi belum berlaku. Kalau dari kita ya harusnya memang nggak usah diekspor lagi, tapi kita harus sediakan Industri Biodiesel ini akan ke mana," ujarnya.
Lanjutnya, Timbas mengatakan bahwa saat CPO dilarang untuk ekspor, akan ada potensi timbulnya penyelundupan dan pencurian sawit.

Baca juga: Ekspor Ampas Sawit Asal Sumut Meningkat 38 Persen, Nilai Ekonomis Capai Rp 239 miliar

"Kalau harga bahan bakunya berkurang di pasar internasional, tapi mereka harus cari alternatif seperti minyak nabati lain sebagai pengganti CPO. Kemungkinan bisa terjadi adanya penyelundupan, tapi yang kita takutnya di dalam negeri ini pencurian makin banyak," kata Timbas.

"Petani yang paling dirugikan karena dicuri. Kalau sekarang ini sudah ada nampak di perkebunan," tambahnya.
Tak hanya itu, Hal yang saat ini menjadi kendala petani yakni meroketnya harga pupuk NPK atau sejenisnya hampir 100 persen.

Berdasarkan penelusuran, saat ini pupuk NPK saat ini berada di harga Rp 12 ribuan di pasaran, padahal sebelumnya harga pupuk NPK masih berada di harga sekitar Rp 5.000-an.

"Kenapa harga sawit tinggi, harga pupuk juga naik. Boleh dibilang pertumbuhan ekonomi rendah, kenapa harga pupuk naik. Ini udah dari Januari kemarin. Ini sangat kasihan petani sawit kita," ucapnya.

Produk sawit memiliki turunan yang cukup beragam mulai dari minyak, pelepah, hingga ampas sawit yang kini sudah memasuki pasar ekspor untuk produk pertanian.

Terkait hal ini, Timbas mengatakan bahwa saat ini produk kesehatan turunan dari kelapa sawit masih begitu menjanjikan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved